Retakan Masih Aktif, Ahli Peringatkan Longsor Susulan di Majenang

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Senin, 17 November 2025 | 15:17 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, tinjau lokasi longsor Cilacap dan instruksikan lahan untuk relokasi.  (Dok. jatengprov.go.id)
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, tinjau lokasi longsor Cilacap dan instruksikan lahan untuk relokasi. (Dok. jatengprov.go.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, CILACAP -- Proses pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Saat evakuasi berjalan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama BNPB menyiapkan relokasi bagi warga yang rumahnya hilang akibat longsor. Mereka sementara akan ditempatkan di hunian sementara atau huntara.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, telah meminta Bupati Cilacap menyiapkan lahan seluas 3,5 hektare sebagai lokasi relokasi warga.

Baca Juga: Relokasi Besar-Besaran Jadi Jalan Akhir, Ada Apa dengan Kontur Tanah Jateng?

Upaya ini dilakukan bukan hanya untuk korban yang kehilangan tempat tinggal, tetapi juga untuk mengantisipasi longsor susulan mengingat sejumlah titik masih menunjukkan retakan tanah yang berpotensi bergerak kembali.

“Kami sudah koordinasi dengan Bupati untuk menyiapkan lahan 3,5 hektare di Majenang. Nanti disiapkan rumah biar aman, karena masih ada retakan,” ujar Luthfi saat meninjau lokasi longsor pada Minggu, (16/11/2025). 

Luthfi memastikan kebutuhan dasar warga terdampak seperti makan, minum, layanan kesehatan, hingga fasilitas pendidikan tetap terpenuhi. Trauma healing juga diberikan kepada warga, terutama anak-anak.

Di lokasi terdampak telah didirikan pos lapangan, dapur umum, dan layanan kesehatan gratis untuk warga maupun petugas SAR.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyebut bahwa relokasi dilakukan melalui kerja sama Pemda dan BNPB. Pemda menyediakan lahan, sedangkan BNPB membangun huntara.

“Hunian sementara itu bisa digunakan kurang lebih dua tahun. Pada tahun pertama, Pemkab Cilacap bisa mengajukan hunian tetap ke BNPB,” jelas Bergas.

Ia menambahkan bahwa para warga nantinya akan menempati hunian dengan konsep rumah tumbuh.

Memasuki hari keempat pencarian korban hilang pada Minggu, 16 November 2025, sebanyak 22 alat berat dan 1.001 personel gabungan dikerahkan ke lokasi.

Baca Juga: Hari ke-4 Pencarian: 11 Warga Masih Hilang di Balik Material Longsor Majenang

Enam ambulans disiagakan untuk mengantar jenazah menuju RSUD Majenang atau rumah duka. Sebanyak sembilan anjing pelacak juga diterjunkan untuk mencari 12 korban yang masih dinyatakan hilang.

Pada hari keempat, pencarian dihentikan pukul 17.00 WIB setelah dua jenazah kembali ditemukan. Dengan temuan itu, total 13 korban telah ditemukan, sementara 10 lainnya masih dalam pencarian. Tim gabungan melanjutkan operasi evakuasi pada Senin, (17/11/2025) sejak pagi hari.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X