Warga Majenang Segera Direlokasi, BNPB Siapkan Hunian 2 Tahun

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Senin, 17 November 2025 | 09:36 WIB
Proses evakuasi korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. (Dok. jatengprov.go.id)
Proses evakuasi korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. (Dok. jatengprov.go.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, CILACAP -- Upaya pencarian korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah masih berlangsung. Hingga Sabtu, (15/11/2025) sore, tim SAR gabungan telah menemukan delapan survivor tambahan.

Direktur Operasional Basarnas, Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo menjelaskan bahwa hingga hari ketiga pencarian, 11 dari total 23 orang telah berhasil dievakuasi.

“Sehingga kita masih punya beban 12 lagi,” ujarnya dalam konferensi pers di Cilacap.

Baca Juga: Disebut Mirip Sri Mulyani, Purbaya Dapat Peringatan Serius dari Pengamat

Selain pencarian korban, tim juga memulai proses relokasi warga terdampak longsor yang terjadi pada Kamis malam, ,(13/11/2025). Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan menjelaskan bahwa relokasi dilakukan melalui kerja sama antara Pemda dan BNPB.

“Korban-korban nanti akan direlokasi, untuk Pemda menyiapkan lahannya, BNPB menyiapkan huntaranya atau hunian sementara,” katanya.

Ia menambahkan bahwa hunian sementara dapat digunakan hingga dua tahun, sebelum Pemkab Cilacap mengajukan hunian tetap. Bergas memastikan hunian yang disiapkan layak dan ramah bagi para pengungsi.

“Huniannya besar dan sangat-sangat manusiawi,” ucapnya.

Upaya modifikasi cuaca juga segera dilakukan pada Minggu, 16 November 2025. Pesawat dari Halim Perdanakusuma diterbangkan menuju Bandung untuk mendukung operasi ini agar tim di lapangan dapat bekerja lebih panjang.

“Diharapkan modifikasi cuaca sudah dimulai, makanya saya tadi berani menyampaikan kita bisa bekerja maksimal mulai pukul 06.00 sampai 18.00 WIB,” sambung Bergas. Ia berharap pencarian korban bisa tuntas pada hari yang sama.

Proses evakuasi sebelumnya sempat terkendala hujan. BPBD Jateng bersama berbagai instansi setiap hari bergerak mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, namun kegiatan harus dihentikan jika curah hujan tinggi.

“Kondisi di lapangan terutama daerah yang terdampak itu tanah longsoran. Tentunya memang harus hati-hati,” ujar Bergas. “Perubahan cuaca tentu akan ada bahaya. Tanahnya juga jadi lembek.”

Baca Juga: Natalius Pigai: Bullying Bukan Pelanggaran Etika, Tapi Pelanggaran HAM

Deputi Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan menyampaikan bahwa Presiden Prabowo turut memantau upaya penanganan sejak awal.

“Presiden Prabowo Subianto menyampaikan turut berduka dan memberi perhatian yang besar pada bencana ini. Beliau memerintahkan BNPB untuk bergerak ke lapangan dan membantu menyelesaikan penanganan longsor di Majenang hingga masa tanggap darurat selesai,” katanya pada Jumat, (14/11/2025). 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X