PONTIANAKGLOBE.COM, KUBU RAYA -- Sebanyak 200 pasang sepatu disalurkan kepada siswa sekolah dasar dan anak-anak panti asuhan di Kalimantan Barat.
Bantuan ini merupakan donasi dari Moni Schmid, warga Bombogen, Jerman, sebagai ungkapan syukur atas ulang tahunnya yang baru saja dirayakan.
Baca Juga: Gunung Marapi Erupsi Dini Hari, Warga Agam dan Tanah Datar Diminta Waspada
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Bendahara Perkumpulan Belantara Uwi Saga, Benedikta AmdKep, yang mewakili donatur.
Bantuan disalurkan kepada siswa SDN Empening dan SDN Retok Bebantek di Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, serta anak-anak Panti Asuhan Santo Hieronimus yang dikelola Kongregasi Biarawan MSA di Gang Beringin, Pontianak Utara.
Menurut Benedikta, bantuan sepatu ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar anak-anak dan membantu keluarga yang kurang mampu.
“Sepatu mungkin terlihat sederhana, tapi bagi anak-anak di daerah ini, sepatu baru bisa menjadi semangat baru untuk datang ke sekolah setiap hari. Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Moni atas kepeduliannya,” ujarnya.
Pihak sekolah dan pengurus panti menyambut gembira bantuan tersebut.
Anak-anak tampak antusias dan bahagia saat menerima sepatu baru yang disesuaikan dengan ukuran masing-masing.
Benedikta menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Perkumpulan Belantara Uwi Saga dalam menyalurkan bantuan sosial dan membangun jejaring solidaritas lintas negara untuk mendukung pendidikan anak-anak di pedesaan.
Melalui pesan yang disampaikan kepada panitia, Moni Schmid, berharap bantuan ini dapat membawa kebahagiaan bagi para penerima.
“Anak-anak adalah masa depan. Saya bersyukur bisa berbagi sedikit kebahagiaan di hari ulang tahun saya,” tulis Moni.
Bantuan ini menjadi salah satu bukti nyata kepedulian antarnegara dalam mendukung pendidikan anak-anak di Kalimantan Barat.
Siswa dan Guru Sambut Gembira
Sejumlah siswa penerima bantuan mengungkapkan rasa terima kasih mereka kepada Moni Schmid.
Artikel Terkait
Keuskupan Agung Pontianak Umumkan Pastor Fransiskus Yosnianto OFMCap Sebagai Vikaris Jenderal Baru
Misionaris Kalimantan Pastor Amantius Pijnenburg OFMCap Telah Berpulang pada Usia 99 Tahun
Insiden Penikaman Pastor di Singapura, Apa yang Terjadi di Gereja Katolik Bukit Timah?
Sejarah Berdirinya CU Stella Maris, dari Ide Pastor Menjadi Solusi Ekonomi Umat
Sakral dan Khidmat! Momen Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Tahbiskan Pastor Yulianus Pr
Profil Mgr Samuel Oton Sidin OFM Cap, dari Pastor Paroki hingga Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak