Kayong Utara Dapat Mesin Pertanian Raksasa, Petani Siap Panen Produktivitas Baru

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 10:04 WIB
Bupati Romi Wijaya bersama Daud Yordan serta OPD terkait meninjau kondisi bantuan mesin pertanian (Alsintan) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sukadana, Senin (13/10/2025).  (Dok. Pontianak Globe)
Bupati Romi Wijaya bersama Daud Yordan serta OPD terkait meninjau kondisi bantuan mesin pertanian (Alsintan) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sukadana, Senin (13/10/2025). (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, KAYONG UTARA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara baru-baru ini menerima bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berukuran besar dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui program Tani Merdeka Indonesia (TMI).

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Anggota DPD RI sekaligus Dewan Pembina Nasional Tani Merdeka Indonesia, Daud Yordan, kepada Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sukadana, Senin (13/10/2025).

Baca Juga: Kementan Cabut Izin 2.039 Kios Pupuk Bersubsidi yang Curang, Kerugian Petani Capai Rp600 Miliar per Tahun

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, Senator kita Daud Yordan, dan Tani Merdeka Indonesia yang telah berkolaborasi membantu petani kami melalui bantuan alat mesin pertanian,” kata Bupati Romi kepada wartawan.

Ia berharap, bantuan Alsintan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Romi menegaskan, sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Kayong Utara, sehingga penguatan di sektor ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Menurutnya, keberadaan mesin raksasa Alsintan akan menjadi stimulus penting untuk meningkatkan efisiensi kerja, produktivitas, dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Baca Juga: Said Iqbal Murka, Sebut Program Magang Nasional Tak Hormati Sarjana

“Bantuan ini adalah bentuk dukungan nyata bagi petani untuk bekerja lebih efektif dan modern, sehingga hasil pertanian meningkat dan kesejahteraan masyarakat tani dapat terwujud,” ujar Romi.

Karakteristik Wilayah Perlu Strategi Khusus

Kabupaten Kayong Utara memiliki karakteristik wilayah yang unik — sekitar 50 persen merupakan kawasan hutan, baik hutan lindung maupun hutan produksi.

Kondisi ini, kata Romi, menuntut adanya strategi khusus dalam mengembangkan pertanian tanpa melanggar tata ruang dan aturan kehutanan.

“Kalau hanya mengandalkan ekstensifikasi atau perluasan lahan, tentu sulit karena terbentur regulasi kawasan hutan. Karena itu, strategi terbaik adalah intensifikasi pertanian — mengoptimalkan lahan yang ada secara lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Bongkar Modus Baru Oknum Pajak, Ini Langkah Tegasnya!

Lebih lanjut, Bupati Romi mendorong agar Tani Merdeka Indonesia terus memperkuat sinergi dengan Pemkab Kayong Utara, tidak hanya dalam penyaluran bantuan, tetapi juga dalam pendampingan teknis, pelatihan, dan pengembangan pasar hasil pertanian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X