Tujuannya, meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia melalui pemberian makanan bergizi rutin di sekolah.
Namun, pelaksanaannya menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kasus keracunan, kesiapan infrastruktur, kualitas bahan pangan, hingga kapasitas lembaga pelaksana.
Said menilai, jika sistem pelaksanaan diperbaiki—mulai dari dapur produksi, sanitasi, hingga keterlibatan tenaga ahli gizi—program MBG tetap bisa berjalan tanpa mengurangi esensinya sebagai program prioritas nasional.
Pemerintah kini tengah melakukan evaluasi pascainsiden keracunan.
Usulan rehabilitasi kantin sekolah untuk dijadikan dapur MBG diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar program berjalan lebih aman, efisien, dan tepat sasaran. ***