Hampir Putus Sekolah, Raihan Kini Bisa Belajar Gratis di Sekolah Rakyat Makassar

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 19 September 2025 | 13:13 WIB
Muhammad Raihan Firmansyah, siswa kelas 11 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar sempat terbentur realita nyaris putus sekolah karena kondisi ekonomi keluarganya yang kian sulit. (Tim Media Prabowo)
Muhammad Raihan Firmansyah, siswa kelas 11 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar sempat terbentur realita nyaris putus sekolah karena kondisi ekonomi keluarganya yang kian sulit. (Tim Media Prabowo)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Muhammad Raihan Firmansyah, siswa kelas 11 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar, hampir saja putus sekolah akibat kondisi ekonomi keluarganya yang serba sulit.

Raihan adalah anak kedua dari lima bersaudara, dengan adik-adiknya yang masih kecil dan butuh banyak perhatian.

Baca Juga: CoreLab Promedia 2025 Hadir di Unesa Surabaya, Kupas Tren Content Creator dan Jurnalisme Digital

Ibunya, Marhani, bekerja sebagai pengupas bawang dengan upah Rp1.000 per kilogram, sementara ayahnya membuka bengkel tambal ban yang penghasilannya tidak menentu karena sepi pelanggan.

“Saya tidak kebayang akan sekolah lagi, karena memang keadaan ekonomi keluarga saya sulit,” kata Raihan saat ditemui di rumahnya, Jumat (11/9/2025).

Sehari-hari, Raihan bersama kakak dan adik-adiknya ikut membantu sang ibu. Pekerjaan mengupas bawang dimulai sejak subuh hingga malam.

Jika beruntung, mereka bisa menyelesaikan hingga 40 kilogram bawang dalam sehari, dengan total upah sekitar Rp40.000.

Baca Juga: Tri Kembali Gelar Kebut Hadiah BombasTri, Serbu Hadiahnya Double Kesempatannya

“Biasanya saya bantu bawakan bawang ke rumah, lalu kupas bersama-sama sampai selesai. Setelah itu dibawa ke bos, lalu diolah jadi bawang goreng,” ujarnya.

Namun kini, setelah bersekolah di SRMA 26 Makassar, Raihan tak bisa lagi membantu ibunya setiap hari.

Meski sering rindu keluarga, ia bersyukur bisa belajar dengan tenang dan menatap masa depan yang lebih cerah di SRMA 26 Makassar.

“Bagus. Lengkap, ada meja belajar, kipas, tempat tidur nyaman,” kata Raihan menggambarkan fasilitas asrama.

Baca Juga: 11 Ruko di Pasar Senggol Kuala Dua Ludes Dilalap Api, Korsleting Listrik Diduga Jadi Pemicu

Di sekolah, Raihan juga menemukan keceriaan baru.

Ia mendapat teman-teman baru, bisa makan bergizi setiap hari, serta mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis, olahraga favoritnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X