motor

Sejarah Harley Davidson, Didirikan Tahun 1903 Awalnya dengan Mesin Kecil, Kini Gunakan Mesin V-Twin

Kamis, 27 April 2023 | 15:56 WIB
Harley Davidson Cruiser 2023 Fat Boy 114. (Pontianak Globe/harley-davidson.com)

PONTIANAKGLOBE.COM -- Harley Davidson adalah sebuah perusahaan produsen sepeda motor yang berasal dari Amerika Serikat.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1903 oleh William S. Harley dan Arthur Davidson di Milwaukee, Wisconsin.

BACA JUGA: Dua Dokter Puskesmas Diserang, IDI Kutuk Kekerasan Terhadap Dokter Internship di Lampung Barat

BACA JUGA: Dorong Penggunaan Pupuk Organik, Presiden Minta Mentan Sesuaikan Aturan Pupuk Subsidi

Awalnya, perusahaan ini memproduksi sepeda motor dengan mesin kecil yang digunakan untuk balap di lingkungan lokal.

Pada tahun 1905, Harley Davidson memperkenalkan sepeda motor dengan mesin 45-derajat V-Twin yang menjadi ciri khas dari merek tersebut.

BACA JUGA: Sapi-Sapi Asal Selandia Baru, Dulu untuk Konsumsi Petambang Emas

BACA JUGA: Stok Susu Sapi Dalam Negeri Kurang, Indonesia Jajaki Datangkan dari Belanda

Model ini dianggap sebagai mesin yang kuat dan andal pada saat itu, dan menjadi fondasi bagi banyak model yang diproduksi oleh perusahaan ini selama beberapa dekade berikutnya.

Selama Perang Dunia I, pemerintah AS memesan sepeda motor Harley-Davidson untuk digunakan oleh pasukan militer.

Hal ini membuat produksi sepeda motor Harley Davidson meningkat pesat, dan perusahaan ini menjadi salah satu produsen sepeda motor terbesar di dunia pada saat itu.

Pada tahun 1920-an, Harley Davidson mulai berekspansi ke luar Amerika Serikat, dan membuka cabang di negara-negara seperti Inggris, Prancis, dan Jerman.

Perusahaan ini terus berkembang selama beberapa dekade berikutnya, dan menjadi salah satu merek sepeda motor paling terkenal dan dihormati di dunia.

Namun, selama tahun 1970-an, Harley Davidson mengalami kesulitan finansial dan kualitas produksi mereka menurun.

Pada akhirnya, perusahaan ini dibeli oleh sebuah konsorsium investor pada tahun 1981, yang melakukan perombakan besar-besaran terhadap manajemen dan proses produksi perusahaan.

Halaman:

Tags

Terkini