PONTIANAKGLOBE -- Selandia Baru atau New Zealand dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki populasi sapi terbesar di dunia.
Ternyata, sapi di Selandia Baru bukan peternakan asli negara tersebut. Samuel Marsden, seorang pendeta membawa sapi dari Australia pada 1838.
Kebutuhan mengimpor sapi ke Selandia Baru setelah banyak penduduk Eropa khususnya Inggris dan Australia menetap di negara tersebut. Sapi-sapi tersebut dikembangbiakan di Bay of Island Waitangi, Northland.
Dilansir dari laman Teara Government, jumlah sapi ketika itu juga tidak banyak hanya 20 sapi perempuan dan seekor sapi banteng.
Bahkan otoritas setempat tidak hanya mendatangkan sapi saja, mereka membawa buruh, penggembala dan pekerja dari Sydney Australia untuk merawat sapi-sapi yang ada.
Kala itu kehadiran orang-orang Inggris memang selaras dengan pengembangbiakan peteranakan. Tidak hanya sapi saja, Selandia Baru membawa domba dan lembu untuk menggarap lahan pertanian di daerah rawa di Canterbury.
Kebutuhan sapi juga sangat penting pada era 1860-an untuk memenuhi pangan para pekerja tambang emas. Para koki mengolah beragam macam daging-daging sapi menjadi santapan lezat pada petambang emas.
Jumlah populasi sapi kian bertambah pesat, dan puncaknya jumlah sapi potong pernah terjadi pada 1975 yang mencapi 6,3 juta ekor.
Produksi sapi potong Selandia Baru sempat turun pada era 2000-an yang mencapai 4,5 juta dan 3,9 juta ekor pada 2020.
Sementara itu, sapi asal Selandia Baru juga menjadi pemain utama dalam memasok hampir 8% untuk kebutuhan luar negeri.
Artikel Terkait
Peluang Menang Pemilu Kecil, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern Mundur
6 Perbandingan Nutrisi Daging Sapi vs Kambing, Cocok untuk Diet Keto. Nomor 6, Kamu Sangat Butuhkan Lho
5 Ide Menu Olahan Daging Sapi untuk Diet Keto. Baca Sampai habis, Nomor 5 Kamu Sekaligus Dapat Nikmatnya
Stok Susu Sapi Dalam Negeri Kurang, Indonesia Jajaki Datangkan dari Belanda