Rating 1,0 di IMDb! 'Merah Putih One for All' Jadi Film Animasi Indonesia Paling Dikritik

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 11:08 WIB
Poster film animasi di Indonesia berjudul “Merah Putih One for All”.  (Instagram @perfiki.tv)
Poster film animasi di Indonesia berjudul “Merah Putih One for All”. (Instagram @perfiki.tv)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Film animasi Indonesia berjudul Merah Putih One for All mendapat rating mengecewakan, yakni 1,0 di situs Internet Movie Database (IMDb) per Selasa, 19 Agustus 2025.

Sebagai informasi, rating tersebut merupakan skor terendah dari skala penilaian terbaik 10 di platform global yang menyediakan informasi film dan serial televisi tersebut.

Baca Juga: Gaji DPR Rp100 Juta, Bocah di Gowa Viral karena Pungut Sisa Konsumsi Pejabat Seusai HUT RI ke-80

Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa film ini diproduksi dengan biaya sekitar Rp6,7 miliar.

Merah Putih One for All digarap oleh sutradara Endiarto dan Bintang Takari, serta diproduksi oleh Perfiki Kreasindo.

Film bergenre petualangan ini mulai tayang di jaringan bioskop Cinema 21 (XXI) pada 14 Agustus 2025, dengan penayangan terbatas di 10 lokasi, dari Jakarta hingga Surabaya.

Namun, alih-alih menuai apresiasi, film tersebut justru mendapat kritik pedas dari penonton.

Di laman IMDb, sejumlah pengguna memberikan ulasan negatif yang rata-rata disertai nilai 1,0.

Baca Juga: Modena Luncurkan Onyx Series, Seri Flagship Water Heater

“Kualitasnya buruk. Saya akan memberi nilai minus kalau bisa. Sungguh pemborosan uang dan penghinaan bagi animasi Indonesia,” tulis akun @Aretta-4 dalam ulasannya.

Penonton lain menilai film ini memiliki plot yang diduga dihasilkan kecerdasan buatan (AI), sehingga tidak mampu menghadirkan kedalaman cerita.

“Saya melihat beberapa karakter dicuri, dan plotnya jelas buatan AI. Saya sarankan kalian tidak menonton ini, baik untuk hiburan maupun konten, karena sama sekali tidak layak,” imbuhnya.

Kritikan juga datang terkait teknis animasi hingga kualitas akting pengisi suara.

Baca Juga: Stella Christie Sebut MBG Bisa Bantu Anak Jago Matematika dan Bahasa Inggris, BGN Jelaskan Maksudnya

“Animasinya murahan dan berantakan, bahkan ada dugaan mengambil karya animasi orang lain tanpa izin. Akting suara juga terasa datar, seperti orang membaca teks tanpa emosi. Alur ceritanya tidak masuk akal,” tulis akun @Keano-4.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB

Guru di Bojonegoro Lari ke Sekolah Demi Hemat BBM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:13 WIB
X