Cerita tentang Jack O'Lantern ini semakin tersebar dan kemudian menjadi bagian dari perayaan Halloween, yang awalnya adalah festival untuk menghormati orang-orang yang telah meninggal dunia pada abad ke-17.
Di Irlandia, tradisi mengukir wajah iblis pada lobak atau kentang menjadi umum untuk menakuti jiwa Jack yang berkeliaran.
Ketika imigran Irlandia berpindah ke Amerika Serikat, mereka mengadopsi tradisi ini dan mulai mengukir wajah-wajah seram pada labu, karena labu adalah tanaman yang tumbuh melimpah di Amerika Serikat.
Tradisi ini kemudian menjadi populer dan menjadikan labu sebagai simbol yang erat terkait dengan perayaan Halloween.
Baca Juga: Kabar Gembira! Harga BBM Non Subsidi Pertamina Turun pada 1 November 2023
Perayaan Halloween sendiri memiliki akar pada festival Celtic Samhain, yang berasal dari Inggris dan Irlandia, yang menandai akhir musim panas dan awal tahun baru pada tanggal 1 November.
Pada saat Samhain, diyakini bahwa jiwa orang-orang yang telah meninggal dunia dalam tahun itu melakukan perjalanan ke dunia lain, dan jiwa-jiwa lain akan kembali mengunjungi rumah-rumah mereka.
Pada abad ke-8, Gereja Katolik Roma memindahkan perayaan All Saints 'Day atau Hari Para Kudus ke tanggal 1 November.
Akibatnya, Malam Semua Orang Suci atau Halloween jatuh pada tanggal 31 Oktober.
Tradisi dari Samhain tetap bertahan, termasuk tradisi mengenakan kostum untuk menyamarkan diri dari jiwa-jiwa yang berkeliaran di sekitar rumah. ***
Artikel Terkait
Halloween Horor di Korea Selatan, 50 Orang Terkapar di Jalan Alami Henti Jantung
Sempat Beredar Dua Warga Indonesia Jadi Korban di Tragedi Perayaan Halloween Itaewon, Begini Info KBRI Seoul
Kronologi Tragedi Perayaan Halloween di Itaewon Korea Selatan, Sesak dan Saling Injak
Perayaan Hari Jadi ke-252 Kota Pontianak Difokuskan di Jalan Sidas
Jadwal Tanggal Merah dan Perayaan Penting di Bulan November 2023
Halloween 2023: Asosiasi Perawat Spanyol Minta Toko Tak Menjual Kostum Perawat Seksi, Merendahkan Profesi