PONTIANAKGLOBE.COM - Sedikitnya 50 orang mengalami henti jantung ketika warga berdesakan untuk merayakan Halloween di kawasan Itaewon, Korea Selatan, pada Sabtu 29 Oktober 2022.
Kantor berita Yonhap melaporkan bahwa pihak berwenang sudah melakukan tindakan CPR kepada lebih dari 50 orang hingga pukul 22.30 waktu setempat.
Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol, langsung memerintahkan tim medis gawat darurat untuk segera meluncur ke lokasi kejadian.
Ia juga menegaskan bahwa semua tempat tidur di rumah sakit harus diutamakan untuk korban insiden ini.
Menurutnya, prioritas tempat tidur di rumah sakit itu penting untuk meminimalkan potensi kematian.
Perayaan Halloween sendiri sebenarnya berasal dari budaya asing yang dulunya merupakan tradisi mengusir hantu.
Baca Juga: Bentrok Ribuan Massa di Iran Saat Peringati 40 Hari Kematian Mahsa Amini
Seiring waktu, Halloween dirayakan sebagian orang untuk bersenang-senang dengan beragam tradisi.
Halloween Day berasal dari festival Celtic kuno Samhain yang dirayakan dengan menyalakan api unggun dan mengenakan kostum untuk mengusir hantu,
Samhain adalah festival keagamaan pagan yang berasal dari tradisi spiritual bangsa Celtic kuno.
Di zaman modern, festival Samhain biasa dirayakan setiap tanggal 31 Oktober hingga 1 November.
Bangsa Celtic percaya bahwa pada malam sebelum tahun baru, batas antara dunia manusia dan dunia roh menjadi kabur.
Pada malam 31 Oktober mereka merayakan festival Samhain yang diyakini untuk mengusir hantu orang mati.***
Artikel Terkait
25 Oktober Ternyata ada Peringatan Taiwan's Retrocession Day? Ada Hubungan dengan Jepang, Begini Sejarahnya
Rishi Sunak Menjabat Perdana Menteri Inggris Setelah Mordaunt Mundur dari Pencalonan
Sempat Beredar Dua Warga Indonesia Jadi Korban di Tragedi Perayaan Halloween Itaewon, Begini Info KBRI Seoul
Begini Kisah Para Korban Selamat Tragedi Itaewon: Tolong Saya…yang Lain Sesak Napas Termasuk 19 Warga Asing