Menurut Gatot dua jenazah tersebut ditemukan di bawah reruntuhan gedung apartemen Galeria di Kota Dyarbakir. Kedua korban tertimbun kurang lebih dua pekan dengan kondisi sulit dikenali secara visual.
Sementara itu berdasarkan data terakhir, lebih dari 46 ribu orang meninggal akibat gempa bumi yang melanda Turki dan Suriah berkekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi pada 6 Februari silam.
Namun pihak otoritas setempat mengatakan jumlah korban diperkirakan akan terus meningkat.
Gempa tersebut mengakibatkab 345 ribu apartemen di Turki hancur dan masih banyak warga yang hilang.
Angka korban itu menjadikan gempa ini masuk 10 besar gempa paling mematikan di dunia dalam 100 tahun terakhir. ***
Artikel Terkait
KBRI Bakal Temui Dewan Pendidikan Turki, Atasi Studi Pelajar Indonesia Terdampak Gempa Bumi
Sudah Lewat 5 Hari, 1 Anggota Keluarga Tertimbun Gempa Bumi di Turki Masih Hidup
PB IDI, Organisasi Profesi, dan Pemerintah RI Kirimkan Relawan Tenaga Medis untuk Bantu Gempa Turki
Pemerintah Indonesia Kirimkan Bantuan Kemanusiaan untuk Turki dan Suriah
Tim Kemanusiaan Indonesia Bangun Rumah Sakit Darurat di Kota Antakya Salah Satu Kota Bersejarah di Turki
Presiden Jokowi Sapa Tim INASAR di Turki Lewat Panggilan Video. Kelihatannya Dingin Banget...