PONTIANAKGLOBE -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan impor Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 64,51% pada November 2022 dibandingkan dengan periode Oktober 2022.
Nilai impor Kalbar dari US$19,02 juta naik menjadi US$31,29 juta tersebut tertinggi disumbang Bahan Bakar Mineral sebesar 54,71% atau US$17,12 juta.
Komoditas penyumbang impor dari Kalbar adalah karet dan barang dari karet sebesar 19,69% atau US$6,16 juta, kontribusi berikutnya ada besi dan baja sebesar 5,85% atau senilai US$1,83 juta.
Kalbar juga mengimpor bahan kimia organik sebesar 5,02% atau senilai US$1,57 juta, disusul lokomotif dan peralatan kereta api sebesar 3,93% senilai US$1,23 juta.
Komoditas lain, mesin-mesin atau pesawat mekanik sebesar 3,04% atau senilai 3,04% atau senilai US$0,95 juta, biji-biji berminyak sebesar 1,31% atau senilai US$0,41 juta.
Ada pula komoditas plastik danbarang dari plastik sebesar 0,99% senilai US$0,56 juta, bahan kimia anorganik sebesar 0,96% atau sebesar US$0,30 juta dan komoditas terakhir sebesar 0,96% atau senilai US$0,30 juta.
Negara pengimpor ke Kalbar dominan oleh Malaysia sebesar 83,38%, Singapura sebear 49,34%, dan Vietnam sebesar 16,71%. Negara lain kirim barang ke Kalbar adalah China, Thailand, India, Jepang, Korea dan Pantai Gading.
Artikel Terkait
Negara ini Impor Sarden Dari Indonesia Melalui Pasific Harvest Senilai Rp42,4 Miliar
Surplus Beras, Tegas Pemprov Jabar dan Jatim Tolak Impor
Garut Panen 32.400 Ton Bawang Merah, Bupati Rudy Yakin Indonesia Tidak Perlu Impor