Hal tersebut, tutur Wapres, sejalan dengan konsep pemberdayaan ekonomi umat yang dibangun dengan prinsip keseimbangan. Artinya, kegiatan ekonomi usaha besar dapat bergandengan dengan kegiatan usaha kecil.
“Keduanya sepatutnya berdasar pada pemanfaatan kapasitas dengan sebaik-baiknya, yaitu untuk membantu menguatkan yang lemah, tanpa melemahkan yang kuat. Itulah yang kita sebut dengan kemitraan,” ujar Wapres.
“Saya menyebutnya sebagai arus baru ekonomi Indonesia. Jadi pengusaha besar itu bermitra dengan pengusaha kecil, jadi bukan pengusaha besar membunuh pengusaha kecil,” imbuhnya.
Langkah terakhir, tutur Wapres, berbagai kegiatan ISMI agar berorientasi pada upaya menumbuhkan semangat dan kebanggaan untuk berwirausaha, khususnya untuk merangkul generasi muda.
“Semakin banyak pelaku usaha tumbuh di kalangan muslim, semakin besar jalan menuju pemerataan kesejahteraan,” ungkapnya.
Selain itu, Wapres juga mengharapkan ISMI tidak hanya membangun spirit dan kebanggaan berwirausaha tetapi juga menumbuhkan sifat jujur dan amanah dalam berusaha.
“Sebagaimana dicontohkan oleh Siti Khadijah RA dan Rasulullah Muhammad SAW. Ini diharapkan juga menjadi pengusaha yang jujur,” pungkasnya. (RN-BPMI Setwapres)
Artikel Terkait
Kegiatan Wapres Maruf Amin di Kalbar Menghadiri Peringatan Hari Lahir Nasional Nabi Kong Zi ke-2573
Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa Putra yang Ditugaskan sebagai Kapolda Jatim Pernah Ajudan Wapres JK
Pakaian Adat Bali Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Mempersona Para Pemimpin G20 saat Jamuan Santap Malam
KTT APEC 2022, Presiden Jokowi Desak Dua Prioritas Jangka Pendek dan Panjang Hadapi Sejumlah Krisis
Presiden Kunjungi Korban Gempa Cianjur, Rapat Terbatas di Lokasi Pengungsian , Begini Arahan Jokowi
Arahan Wapres Ma’ruf Amin: One Village One Industry saat Kunjungi Pengolahan Produk Siap Ekspor di Pontianak