Tips Agar Tidak terdesak Ketika Berada di Kerumunan Massa, Satu di Antaranya Usahakan Tetap Berdiri

photo author
Tim Pontianak Globe 03, Pontianak Globe
- Senin, 31 Oktober 2022 | 23:51 WIB
Tragedi Itaewon/The Korea Herald. Foto/Instagram
Tragedi Itaewon/The Korea Herald. Foto/Instagram

PONTIANAKGLOBE.COM - Situasi kerumunan yang padat memang menakutkan.

Tak cuma pada orang dengan riwayat kesehatan tertentu, mereka yang sehat juga bisa menjadi korban dalam kerumunan.

Sering kali, situasi seperti ini juga membuat banyak orang kesulitan untuk melarikan diri.

Akibatnya, orang-orang terjebak menanti adanya jalan keluar entah berapa lama.

Meskipun demikian, beberapa ahli mengatakan bahwa ada beberapa cara menyelamatkan diri dari kerumunan massa yang berpotensi fatal.

Bagaimana cara menyelamatkan diri dari kerumunan massa?

Berikut tips agar terhindar tidak terdesak ketika berada di kerumunan massa:

1. Usahkan untuk tetap berdiri

Jika jatuh di antara kerumunan, maka akan sulit untuk kembali berdiri.

Tak cuma itu, risiko terinjak-injak juga akan semakin besar.

Untuk itu, usahakan agar tubuh tetap berdiri.

2. Ikuti arus dan tidak mendorong

Biasanya, jika muncul kepanikan dan beberapa orang tampak saling mendorong, insting seseorang akan berkata untuk melawan dan mendorong ke arah berlawanan.

Namun, pilihan untuk melawan seperti di atas adalah kesalahan besar.

Jika melawan arus, peluang untuk tersandung dan terjatuh jadi lebih besar.

Selain itu, melawan kerumunan juga akan membuat cepat lelah. 

Baca Juga: Kronologi Tragedi Perayaan Halloween di Itaewon Korea Selatan, Sesak dan Saling Injak

3. Arahkan diri menuju ke pintu keluar

Saat kerumunan mulai bergerak maju, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah arahkan diri ke pintu keluar atau jalur yang berpotensi jadi pintu keluar.

Untuk menemukan jalur ini, perlu waspada terhadap lingkungan sekitar.

4. Cari tempat untuk melindungi diri

Cara lain untuk menangani situasi ini adalah dengan melindungi diri dan membiarkan kerumunan orang lewati.

Carilah struktur yang kokoh untuk berdiri di belakang seperti pilar atau dinding.

Jika ada, bisa berhenti di belakang mobil atau bahkan tiang lampu.

5. Beri ruang untuk bernapas

Dalam banyak kasus, melayangnya nyawa akibat kerumunan terjadi akibat gagal napas.

Sesak napas menjadi satu di antara kondisi medis yang paling berpotensi terjadi di tengah kerumunan.

Untuk menghindarinya, berikan ruang bernapas tepat di depan wajah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Paulus Mashuri

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X