Tak hanya dari Indonesia, ada pula perwakilan dari Sarawak, Malaysia yang akan hadir.
Pangalangok Jilah menyebutkan nantinya akan ada sejumlah kegiatan, seperti pertunjukan budaya, serta dilaksanakan sejumlah ritual adat.
Diperkirakan akan hadir sekitar 15 ribu hingga 20 ribu pasukan Merah TBBR dalam kegiatan tersebut.
BACA JUGA: Viral Video Perundungan Siswa SMP di Bandung Beredar di Media Sosial
Tak hanya mengumpulkan massa dan mengundang Jokowi, Pangalima Jilah mengatakan pihaknya juga akan menyampaikan sejumlah hal yang saat ini dihadapi masyarakat Kalimantan Barat.
Sejumlah hal yang akan disampaikan oleh Pangalangok Jilah antara lain agar kepala negara agar lebih memperhatikan Kalimantan khususnya adat, budaya tradisi, serta pembangunan infrastruktur. Selain itu memperhatikan bidang pendidikan yang ada di Kalimantan Barat dan seluruh Kalimantan.
“Hal lain kita minta Presiden dapat mendukung putra/putri daerah agar lebih diberdayakan, diberi peran sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing," tutur Pangalangok Jilah.
BACA JUGA: Libur Akhir Tahun, Ini Top 5 Tempat di Tokyo Jepang Wajib Dikunjungi
Ada satu yang selama ini juga menjadi kosentrasi Pangalangok Jilah.
Di tempat kelahirannya di Sambora, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalbar, Pangalangok Jilah mengelola dan melestarikan hutan adat.
Hutan adat yang dikelola tersebut adalah Bukit Raya Toho di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalbar.
Oleh sebab itulah Pangalangok Jilah akan meminta kepada Presiden Jokowi lewat kebijakannya lebih memperhatikan alam Kalimantan.
Apalagi saat ini hutan Kalimantan semakin kritis.
Hutan Kalimantan semakin hari semakin berkurang luasnya karena berbagai aktivitas perkebunan.
Ada satu lagi agenda penting yang akan disampaikan oleh Pasukan Merah TBBR.