Uskup Sintang, Mgr Samuel Oton Sidin OFM Cap menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak.
Sebab, yang dibuat untuk Paroki Santo Antonius Mendalam dibuat juga untuk Keuskupan Sintang.
"Saya Ucapkan terima kasih juga kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, yang telah mengulurkan tangan membantu kita lewat pribadi-pribadi yang baik hati," kata Mgr Samuel Oton Sidin OFM Cap.
Uskup Samuel Oton Sidin OFM Cap juga terharu dengan usaha semua pihak yang telah menunjukkan semangat untuk bersama membangun Gedung gereja Paroki Santo Antonius Padua Mendalam.
Menurutnya tanpa bantuan semua saudara-saudari, sulit dibayangkan bahwa gereja Mendalam akan terbangun semegah ini dengan nilai kurang lebih Rp 7 miliar.
Memang Mgr Samuel Oton Sidi jumlah dana itu bukanlah jumlah yang kecil, jadi menurutnya pantas untuk disyukuri.
"Harapan kita semua, dengan keindahan gereja ini ke depan umat paroki Santo Antonius Mendalam, bisa bertumbuh kembang megah seperti tergambarkan gereja yang megah ini," kata Uskup Samuel.
Dedikasi untuk JC Oevang Oeray
Sementara itu Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus menjelaskan pada tahun 2017 silam dirinya meletakan batu pertama pembangunan gereja Santo Antonius dari Padua Mendalam.
Hal itu sebagai bentuk tanda dukungannya dari awal pembangunan hingga peresmian di tahun 2022.
"Saya sendiri yang meletakkan batu pertama pembangunan gereja ini tahun 2017. Waktu itu saya sebagai Administrator Keuskupan Sintang," kata Uskup Agustinus.
Sebagai Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, sangat mendukung karena Mendalam adalah tempat lahirnya Gubernur Kalimantan Barat dan orang Dayak pertama yang menjadi gubernur, yakni JC Oevang Oeray.
Baginya peristiwa ini sebagai tanda penghargaan kepada JC Oevang Oeray.
Kegiatan tersbeut ditutup dengan peninjauan gereja dan pemukulan gong secara serentak menandakan gereja telah selesai diresmikan kemudian dilanjutkan pemberkatannya pada esok harinya yaitu Rabu, 19 Oktober 2022.