kalbar-kita

Mgr Agustinus Peletakaan Batu Pertama Gereja Santa Katarina Paroki Mandor, Begini Sambutan Sekda Landak

Jumat, 16 Juni 2023 | 06:00 WIB
Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus didampingi Sekda Landak Vinsensius melakukan peletakan batu pertama pembangunan gereja Santa Katarina, Paroki Santo Paulus Salib Mandor, Keuskupan Agung Pontianak, di Mandor, Kabupaten Landak, Kalbar, Kamis 15 Juni 2023. (Pontianak Globe/Humas Pemkab Landak)

PONTIANAKGLOBE.COM, LANDAK -- Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus melakukan peletakan batu pertama Pembangunan Gedung Gereja Santa Katarina, Paroki Santo Paulus dari Salib Mandor, Keuskupan Agung Pontianak, di Mandor, Kamis 15 Juni 2023.

Dalam kesempatan itu Pj Bupati Landak Samuel diwakili Sekda Landak Vinsensius.

Sekda Landak juga memberi kata sambutan dan membuka seremoni peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja.

Dalam kata sambutannya Vinsensius menyampaikan pembangunan gereja bukanlah hanya sebuah pembangunan prasarana keagamaan biasa.

“Namun, sebuah proses spiritual dan pembentukan iman serta jati diri murid kristus, selain itu pembangunan gereja juga untuk membangun semangat kebersamaan, kerjasama, partisipasi dan tanggung jawab Bersama,” kata Vinsensius.

Dikatakan, “Pembangunan gereja adalah hal yang sangat penting. Sebab gereja merupakan rumah yang kudus, tempat bertemunya umat dengan Tuhan dan diharapkan berfungsi menjadi agen pembaharuan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi rakyat dan pembinaan Masyarakat.”

Menurut Vinsensius kehadiran gereja di tengah-tengah masyarakat adalah pembersatu umat agar terjalin kerukunan hidup antara sesama umat. Tak hanya itu, juga menjadi pemersatu dengan umat agama lainnya.

Vinsensius menambahkan melalui pembangunan gereja ini diharapkan tidak hanya menghasilkan manusia yang cerdas

“Tetapi akan jauh lebih penting bagaimana menghasilkan manusia yang memiliki iman, bermoral, dan takut akan Tuhan,” ujar Vinsensius.

Dikatakan, membangun rumah Tuhan bukanlah hanya membangun fisik semata tetapi juga harus diimbangi dengan membangun rohani umat gereja tersebut.

Menurut Vinsesius membangun gereja dibutuhkan komitmen, kesungguhan dan kerjasama dari semua pihak yang membangun persekutuan dan memberi apa yang ada pada diri kita.

“Serta meyakini bahwa tuhan akan memberkati sampai kita menyelesaikan pembangunan gereja ini dengan baik,” katanya.

Dikatakan, keikhlasan, pengorbanan, sukacita dan kerja sama menjadi komponen yang harus ada tertanam dalam diri semua pihak yang terlibat dalam pembangunan gereja ini.

Sehingga seberat apapun pekerjaan yang dilaksanakan, jika dilakukan dengan keyakinan dan niat yang tulus dari umat maka akan bisa diselesaikan, sebab prinsip utama dalam pembangunan gereja adalah persembahan yang didasarkan pada keyakinan dan iman yang memberi dengan kerelaan dan keikhlasan. ***

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB