Polisi belum memberikan keterangan resmi terkait identitas maupun motif pelaku, namun rencananya akan segera menggelar konferensi pers.
Baca Juga: Al Ghazali dan Alyssa Daguise Pilih Afrika untuk Bulan Madu, Ini Alasannya
Pihak RSUD dr . Soedarso menyatakan bahwa ketiga korban dalam kondisi stabil namun masih dalam pengawasan ketat tim medis.
Tragedi ini menjadi peringatan penting akan perlunya kewaspadaan dalam lingkup keluarga dan perhatian serius terhadap kondisi mental anggota keluarga.
Peran aktif masyarakat dalam deteksi dini dan pelaporan potensi gangguan psikologis dinilai penting untuk mencegah insiden serupa di kemudian hari.
Sementara itu Anggota DPRD Kota Pontianak, Matruji, turut menyampaikan keprihatinannya.
Ia menyayangkan bahwa pelaku adalah pemuda yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.
“Kita prihatin sekaligus berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Saya juga minta masyarakat tidak membuat narasi yang memprovokasi,” ujarnya.
Baca Juga: Netanyahu Curhat, Perang Israel-Iran Bikin Anak Saya Harus Batalkan Pernikahan Lagi
Matruji menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia menyoroti pengaruh negatif media sosial, pergaulan bebas, dan narkotika terhadap generasi muda yang kini semakin rentan.
“Kita dukung langkah Pemkot Pontianak dalam menerapkan jam malam untuk pelajar dan remaja sebagai upaya pencegahan kenakalan remaja,” tambah politisi PPP dari dapil Pontianak Utara itu.
Ia juga mendorong agar edukasi keluarga ditingkatkan dan masyarakat lebih peka terhadap gejala gangguan psikologis di sekeliling mereka. ***