"Pers Mendorong Terwujudnya Ketahanan Pangan Nusantara", yang akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Nasution, Gubernur Kalsel H. Muhidin, akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat, hingga Kelompok Tani Andalan di Kalsel.
Baca Juga: Raline Shah Dapat Tugas Baru Sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi, Ini Peran Barunya
Hendry Ch Bangun menegaskan bahwa dukungan PWI terhadap program pemerintah bukanlah bentuk penjilatan, melainkan upaya menjaga kedaulatan negara.
“Ini menegaskan bahwa ideologi PWI adalah Merah Putih, NKRI, sesuai semangat Kongres PWI pertama di Surakarta pada 1946,” tegasnya.
Meski demikian, Hendry memastikan bahwa PWI tetap akan bersikap kritis dan menjalankan fungsi kontrol sosial.
Baca Juga: Kronologi Kasus Penggelapan Mobil Rental di Mempawah, Pelaku Jual Murah ke Pembeli
Optimalkan Persiapan
Usai menghadiri "soft launching" HPN 2025 di Banjarmasin, Hendry mengapresiasi kesiapan Pemprov Kalsel sebagai tuan rumah.
“Kalsel memang pantas menjadi tuan rumah HPN 2025. Persiapannya luar biasa. Ini keputusan yang tepat,” ungkapnya.
Hendry meminta Panpel HPN 2025 Pusat memanfaatkan waktu yang tersisa dengan maksimal.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Kerja di PT BAI Mempawah, Satu Tewas, Satu Lagi Menderita Luka-luka
Presiden Prabowo dijadwalkan hadir dalam puncak peringatan HPN 2025 yang mengusung tema "Pers Mengawal Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Bangsa".
Selain itu, HPN 2025 juga akan mengadakan seminar nasional bertajuk "Ekonomi Pancasila Prabowonomics", yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pers nasional dan pembangunan Indonesia.
Peringatan HPN yang jatuh setiap 9 Februari, sesuai hari lahir PWI, akan disesuaikan dengan dinamika yang ada. “Namun, kapan pun peringatannya, HPN adalah PWI, dan PWI adalah HPN, sesuai Keppres Tahun 1985,” pungkas Hendry Ch Bangun. ***