PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kalimantan Barat, Alexius Akim, menyatakan kekecewaannya terkait pergantian kepengurusan yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI di tengah berlangsungnya Pilkada.
Akim menyesalkan bahwa pergantian tersebut dilakukan secara sepihak dan hanya disampaikan melalui telepon.
Padahal pengurus lama masih aktif bekerja di lapangan untuk mendukung para calon yang diusung oleh PSI dalam Pilkada Kalimantan Barat.
Pergantian kepengurusan DPW PSI Kalbar untuk periode 2022-2024 dari Alexius Akim kepada Robi Susansi dilakukan oleh DPP PSI pada 26 Agustus 2024, di saat tahapan Pilkada sedang berlangsung.
Hal ini disayangkan oleh Akim -- mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar -- dan pengurus lama karena semua tugas kepengurusan kini telah beralih ke pengurus baru.
Akim menjelaskan bahwa meskipun pergantian pengurus adalah hal yang wajar dan telah diatur dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), waktu pergantian tersebut dianggap kurang tepat.
Dia menyoroti bahwa pergantian dilakukan ketika pengurus lama sedang fokus mempersiapkan deklarasi untuk Pilkada, dan proses pergantian hanya dilakukan melalui telepon, yang menurutnya tidak sesuai.
Akim menyarankan agar DPP menunda pergantian pengurus hingga tahapan Pilkada selesai dan melakukan evaluasi secara menyeluruh setelahnya, seperti yang sebelumnya diarahkan oleh Ketua Umum.
Baca Juga: PSI Pasangkan Ganjar Pranowo dengan Yenny Wahid untuk Capres 2024, Dijaring Lewat Rembuk Rakyat
Meski demikian, Akim tetap mengimbau seluruh pengurus PSI di kabupaten/kota untuk melaksanakan tugas mereka dengan baik dan bertanggung jawab dalam mensukseskan Pilkada serentak.
Dia juga berharap agar para calon kepala daerah yang diusung PSI dapat bertarung dengan baik, sembari memastikan bahwa dirinya dan pengurus lama tetap memberikan dukungan doa yang terbaik. ***