PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, tidak merasa khawatir mengenai niat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk merekrut Gibran Rakabuming Raka sebagai kader, terutama sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres).
Airlangga tidak dapat memastikan apakah Golkar akan merekrut Gibran, tetapi ia menegaskan bahwa tidak ada persaingan di antara partai-partai untuk mendapatkan Gibran.
Baca Juga: Paus Fransiskus Angkat Fransiskus Nipa Sebagai Uskup Agung Koajutor Makassar, Begini Kiprahnya
Airlangga menyatakan dengan senyum, "Tidak ada rebut-rebutan."
Ketika ditanya apakah Mas Wali -- panggilan akrab Gibran -- sudah memiliki kartu tanda anggota (KTA) Partai Golkar, Airlangga menjawab dengan humor, "KTP sudah. Yang paling penting nanti pendaftaran (Prabowo-Gibran) tanggal 25."
Sebelumnya, telah ada laporan bahwa Gibran akan menjadi anggota Golkar dan bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo Subianto.
Golkar sudah mengumumkan dukungan mereka untuk Gibran sebagai bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo.
Namun, Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, telah menyatakan kesiapannya untuk merekrut Gibran jika Golkar tidak merekrutnya terlebih dahulu.
Kaesang mengatakan bahwa Gibran telah ditawari oleh Ketua Umum Golkar, Airlangga, untuk menjadi anggota Golkar, dan jika Gibran bergabung dengan PSI, itu juga akan diterima dengan baik. ***
Artikel Terkait
Tok! MK Tolak Gugatan PSI Terkait Batas Usia Capres-Cawapres
MK Menolak Gugatan PSI Terkait Usia Capres-Cawapres yang Diturunkan Menjadi 35 Tahun
Gibran Berterimakasih ke Golkar yang Usung Dirinya Bakal Cawapres Prabowo. Enggan Jawab Kaanggotaan di PDIP
Hasil Survei Terkini Menunjukkan Hampir 60 Persen Dukung Gibran Jadi Cawapres Prabowo Subianto
Survei LSI Ternyata Prabowo-Gibran Ungguli Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin, Ipsos Erick Thohir Jadi Pembeda
Ganjar-Mahfud Ngopi Bareng Gen Z di M Bloc Jakarta Selatan, Gini Kata Cak Lontong
Putri Gus Dur Yenny Wahid Deklarasikan Dukungan Capres pada Jumat 27 Oktober, Ganjar atau Prabowo?