PONTIANAKGLOBE.COM -- DPP PDI Perjuangan (PDIP) telah memilih sembilan kader terbaiknya untuk maju sebagai calon kepala daerah pada Pilkada serentak 2024.
Martinus Sudarno, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat, mengkonfirmasi hal ini baru-baru ini.
"Ada sembilan kader terbaik dari PDI Perjuangan yang telah diberikan surat tugas untuk bersiap-siap terlibat dalam Pilkada serentak 2024," ungkapnya.
Menurut Martinus, surat tugas tersebut diberikan kepada kader-kader pilihan tersebut untuk membentuk koalisi dengan partai politik lain dan menjajaki kerjasama dengan calon kepala daerah lain.
"Surat tugas ini diberikan kepada bakal calon Gubernur, Wakil Gubernur, Walikota, Wakil Walikota, Bupati, atau Wakil Bupati. Ada sembilan daerah yang mendapatkan surat tugas dari DPP PDI Perjuangan," jelasnya.
Beberapa nama yang mendapatkan surat tugas tersebut antara lain, Karolin Margret Natasha untuk maju sebagai calon Bupati Kabupaten Landak, Malin untuk bertarung sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Melawi, Thomas Alexander untuk calon Bupati Kabupaten Ketapang, dan Fransiskus Diaan untuk calon Bupati Kapuas Hulu.
Baca Juga: Kasus Bunuh Diri Mengguncang Polda Kalbar, Seorang Anggota Tewas Gantung Diri, Terjawab Penyebabnya
Tjhai Chui Mie, mantan Walikota Singkawang, dan anggota DPRD Kalimantan Barat, didorong untuk maju sebagai calon Walikota Singkawang.
Sementara itu, Sukiryanto, anggota DPD RI dari Kalimantan Barat, ditugaskan untuk bertarung di Kota Pontianak sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota.
Yohanes Ontot mendapatkan surat tugas untuk maju sebagai calon Bupati Kabupaten Sanggau, sementara Jeffray Edward sebagai calon Bupati Sintang.
Untuk Kabupaten Kubu Raya, Sujiwo juga diberikan mandat untuk maju sebagai calon Bupati.
Baca Juga: Fransiskus Dian Kembali Bertarung di Pilkada Kapuas Hulu, Partai Demokrat Sudah Berikan Mandat
Martinus menjelaskan bahwa surat tugas ini ditujukan kepada kader-kader terbaik PDI Perjuangan untuk segera berkomunikasi dengan partai politik lain dan menjalin kerjasama, terutama di daerah-daerah yang jumlah suaranya tidak mencukupi untuk memenangkan kursi sendiri.
Namun, jika tidak ada kader yang menonjol di suatu daerah, kemungkinan besar PDI Perjuangan akan berkolaborasi dengan partai politik lain untuk mencalonkan tokoh masyarakat, politik, atau birokrat yang berpotensi memenangkan Pilkada. ***