PONTIANAKGLOBE.COM, LANDAK, KALBAR -- Pimpinan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga dan pemerintah daerah di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar), untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana banjir dan longsor susulan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 24 Mei 2024, mengatakan bencana susulan mungkin terjadi berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG melaporkan bahwa Kabupaten Landak dan sekitarnya berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebat pada Sabtu, 25 Mei 2024.
"Menyikapi hal tersebut, kami mengimbau warga setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi banjir susulan serta longsoran di titik lainnya," ujarnya.
BNPB mengharapkan warga selalu memperhatikan dan mengikuti perkembangan informasi serta peringatan dini cuaca dari BMKG.
Selain itu, warga diharapkan mematuhi arahan atau panduan dari pemerintah Kabupaten Landak, yang telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 45 hari mulai dari 22 Mei hingga 6 Juli 2024.
Jika hujan berlangsung lebih dari 120 menit dan jarak pandang menurun hingga kurang dari 100 meter, masyarakat di sekitar sungai atau lereng bukit diharapkan segera berlindung atau mengevakuasi diri karena kondisi tersebut dapat memicu terjadinya banjir, tanah longsor, dan bencana lainnya.
Baca Juga: 100 Desa Terbaik Indonesia, Sungai Utik di Kapuas Hulu Termasuk! Siapkah Jadi Juara?
Tim Pusdalops BNPB melaporkan lima kecamatan di Kabupaten Landak yang dilanda banjir dan tanah longsor setelah diguyur hujan lebat pada Rabu, 22 Mei 2024.
Kecamatan tersebut adalah Ngabang, Jelimpo, Kuala Behe, Air Besar, dan Sengah Temila.
Banjir telah berangsur surut setelah sebelumnya menggenangi 2.150 rumah warga dengan ketinggian air mencapai 1,7 meter.
Baca Juga: Aksi Brutal Tawuran Digagalkan! 6 Remaja Diamankan Polres Kubu Raya
Tidak ada laporan korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini.
Namun, berdasarkan data sementara dari BNPB, setidaknya lima keluarga mengungsi ke posko pengungsian di Kantor Kecamatan Ngabang karena rumah mereka terdampak banjir cukup parah.