“Tujuan dari penyatuan Bahaupm Bide Bahana Bangkule Rajakng adalah untuk mempercepat pembangunan di wilayah kabupaten. Dengan penggabungan wilayah Anjongan, Toho, Sadaniang, Menjalin, Karangan (Mempawah Hulu), Sompak, dan Mandor diharapkan pembangunan akan lebih maju dari sebelumnya,” ungkap Pangalangok Jilah.
Menurut Pangalangok Jilah, pembangunan di wilayah tersebut sebelumnya tidak terjangkau dan belum optimal.
Baca Juga: Temu Pastor Dekanat Singbebas: Mantapkan Temu BAPAKAT di Bengkayang yang Akan Dibuka Uskup Agustinus
“Oleh karena itu, kita sepakat untuk melakukan pemekaran wilayah. Hal ini diharapkan akan memberdayakan sumber daya manusia dan alam, serta membangun masyarakat yang lebih maju, berkualitas, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Pangalangok Jilah menambahkan bahwa pertemuan berikutnya direncanakan akan diselenggarakan pada bulan Februari 2024.
Selain itu, upaya untuk mendorong pemekaran kabupaten akan terus dilakukan karena dianggap sudah sesuai dengan kriteria yang ada.
“Kami merasa sudah layak untuk dipisahkan menjadi kabupaten baru, mengingat potensi alam, luas wilayah, dan jumlah penduduknya. Termasuk juga potensi hasil pertanian yang dimiliki,” tambahnya. ***