Kabupaten Bangkule Rajakng Rencanakan Pisah dari Kabupaten Mempawah dan Landak, Pangalangok Jilah Jadi Ketua Tim Pemekaran

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 29 Februari 2024 | 13:09 WIB
Presiden Jokowi didampingi Pangalangok Jilah seusai pembukaan Bahaupm Bide Bahana Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) yang diselenggarakan di Rumah Adat Radakng, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa, 29 November 2022, silam.  (ist/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi didampingi Pangalangok Jilah seusai pembukaan Bahaupm Bide Bahana Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) yang diselenggarakan di Rumah Adat Radakng, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa, 29 November 2022, silam. (ist/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

PONTIANAKGLOBE.COM, TOHO, KABUPATEN MEMPAWAH -- Rencana pemekaran kabupaten baru menggabungkan 3 kecamatan dari Kabupaten Mempawah dan 4 kecamatan dari Kabupaten Landak menjadi perbincangan hangat.

Kabupaten baru tersebut diberi nama Kabupaten Bangkule Rajakng.

Baca Juga: Mengenal Joseph Conrad Novelis Asal Polandia yang Karya-nya Bersentuhan dengan Borneo Abad 19

Tiga kecamatan dari Kabupaten Mempawah yang terlibat adalah Anjongan, Toho, dan Sadaniang.

Sedangkan empat kecamatan dari Kabupaten Landak yang terlibat adalah Mempawah Hulu, Menjalin, Sompak, dan Mandor.

Sosialisasi mengenai pemekaran kabupaten baru ini, yang akan dinamai Kabupaten Bangkule Rajakng, telah dilakukan di Rumah Radakng Seboro Menjalin, Kabupaten Landak, pada 31 Januari 2024, silam.

Baca Juga: Tantangan Identitas dalam Film ‘Gunung Emas Almayer’ Adaptasi Karya Sastra dari Novelis Polandia Joseph Conrad

"Pembentukan Kabupaten Bangkule Rajakng adalah langkah untuk meningkatkan pembangunan di wilayah ini. Kami berharap dengan bergabungnya wilayah-wilayah seperti Anjongan, Toho, Sadaniang, Menjalin, Karangan (Mempawah Hulu), Sompak, dan Mandor, pembangunan akan lebih berkembang," ungkap Pangalangok Jilah, Pimpinan Tertinggi Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) yang juga Ketua Tim Pemekaran Kabupaten Bangkule Rajakng.

Menurut Pangalangok Jilah, pembangunan di wilayah tersebut sebelumnya belum mencapai potensi maksimalnya.

"Oleh karena itu, kita sepakat untuk melakukan pemekaran wilayah. Hal ini diharapkan akan memberdayakan sumber daya manusia dan alam, serta membangun masyarakat yang lebih maju, berkualitas, dan berkelanjutan," jelasnya kepada pewarta.

Pangalangok Jilah menambahkan bahwa pertemuan berikutnya direncanakan akan diselenggarakan pada Februari 2024.

Baca Juga: Wakil Dubes Polandia Stefan Piotr Firlus Kunjungan ke Pontianak: Bertemu Pj Gubernur, Untan, Pelindo hingga Universitas Widya Dharma Bahas Kerjasama

Selain itu, upaya untuk mendorong pemekaran kabupaten akan terus dilakukan karena dianggap sudah sesuai dengan kriteria yang ada.

"Kami merasa sudah layak untuk dipisahkan menjadi kabupaten baru, mengingat potensi alam, luas wilayah, dan jumlah penduduknya. Termasuk juga potensi hasil pertanian yang dimiliki," tambahnya.

Pembahasan pembentukan Kabupaten Bangkule Rajakng disampaikan dalam pertemuan Bahaupm Bide Bahana Bangkule Rajakng di Rumah Radakng Seboro Menjalin, Kabupaten Landak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X