kalbar-kita

Warga Pontianak di Kalbar Kini Punya Duplikasi Jembatan Kapuas I, Bisa Urai Kemacetan

Selasa, 23 Januari 2024 | 11:22 WIB
Kondisi duplikasi Jembatan Kapuas I yang bersebelahan dengan jembatan eksisting di Kota Pontianak. (Pontianak Globe/Prokopim Setda Kota Pontianak)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Duplikasi Jembatan Kapuas I hampir rampung dengan progres pembangunan mencapai 99,8 persen pada 23 Januari 2024.

Ani Sofian, Penjabat Wali Kota Pontianak, menjelaskan bahwa saat ini fokus pengerjaan difokuskan pada penyempurnaan, dan diharapkan jembatan akan segera diaspal.

Baca Juga: Momen Hangat: Prabowo Sambut Antusiasme Ribuan Warga Pontianak dari Hujan hingga Cerah Kembali

Rencananya, uji coba akan dilakukan pada bulan Maret tahun ini setelah penyelesaian seluruh pekerjaan, termasuk penataan lalu lintas di sekitar lokasi.

Ani berharap keberadaan duplikasi Jembatan Kapuas I dapat mengatasi kemacetan dan memberikan dampak positif terhadap ekonomi pembangunan di Kalimantan Barat.

Meskipun proyek ini dijadwalkan selesai kontraktual pada Maret 2024, pihak pengelola berupaya menyelesaikan pekerjaan dengan semaksimal mungkin.

Cuaca menjadi faktor yang mempengaruhi, tetapi pengerjaan diefektifkan pada waktu cerah.

Baca Juga: Momen Langka: Prabowo Serukan Teriakan Perang Khas Dayak di Pontianak

Manager Proyek, Muhammad Wira Utama, menyatakan bahwa progress pengerjaan mencapai 95,446 persen, dengan beberapa pekerjaan kecil yang perlu ditambahkan melalui Adendum.

Wira menegaskan target penyelesaian seluruh pekerjaan, terutama bagian rangka utama, diharapkan dapat tercapai pada akhir Desember 2023.

Direktur Bina Teknik Jalan dan Jembatan Ditjen Bina Marga, Nyoman Suaryana, menjelaskan bahwa duplikasi Jembatan Kapuas I memiliki panjang sekitar 430 meter dan akan sejajar dengan jembatan eksisting.

Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mengatasi masalah kemacetan lalu lintas di Kota Pontianak.

Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Resmi Tunjuk Ani Sofian Sebagai Pj Wali Kota Pontianak Pengganti Edi Rusdi Kamtono

Kepala BPJN Kalimantan Barat, Herlan Hutagaol, menambahkan bahwa jembatan lama, yang dibangun pada tahun 1982, telah mengalami penurunan daya beban dan keausan.

Duplikasi Jembatan Kapuas I dianggap sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk mengurai kemacetan dan memperbarui struktur jembatan yang sudah tua.

Halaman:

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB