Namun, Riski masih tidak memberi respons.
Bahkan setelah Mat Kuryadi menarik lututnya, tubuh Riski tetap kaku dan tidak ada tanda-tanda respons.
Mat Kuryadi segera berteriak meminta bantuan kepada warga di sekitarnya.
Warga segera membantu membawa Riski ke rumah duka.
Menurut keterangan lain dari saksi, Neng Thai, nenek Riski, selama beberapa hari terakhir, Riski selalu tidur di rumahnya.
Neng Thai mengatakan bahwa Riski mengalami demam selama dua hari terakhir.
Riski terakhir kali ditemui pada hari Rabu pukul 21.00 WIB.
Sebelum pergi meninggalkan rumah Neng Thai, Riski memberi pesan agar rumahnya tidak dikunci, karena dia berencana kembali untuk menginap di rumah neneknya.
Namun, pagi hari setelahnya, Riski tidak kembali.
Kapolres Kayong Utara AKBP Achmad Dharmianto SH SIK melalui Kapolsek Pulau Maya Karimata, Ipda SR sSembiring membenarkan peristiwa penemuan mayat Riski.
Pihak berwenang melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan menemukan bahwa kapal itu berada di pinggiran sungai dan tercium aroma solar di dalam kapal.
Dalam hasil visum yang dilakukan oleh Pihak Puskesmas Pulau Maya, tidak ditemukan bekas luka, tanda-tanda kekerasan fisik, atau kejanggalan lainnya pada tubuh Riski.
Hal ini mengarah pada kesimpulan bahwa Riski meninggal dunia dalam keadaan wajar. ***