20 Tahun Dirantai, Orangutan Jojo Kini Hidup Bebas di Enclosure Semi-Liar Ketapang

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 11:39 WIB
Orangutan Kalimantan bernama Jojo saat dilepas ke enclosure semi-liar seluas dua hektare milik YIARI bersama BKSDA Kalbar di Ketapang, Senin, 18 Agustus 2025.  (YIARI)
Orangutan Kalimantan bernama Jojo saat dilepas ke enclosure semi-liar seluas dua hektare milik YIARI bersama BKSDA Kalbar di Ketapang, Senin, 18 Agustus 2025. (YIARI)

PONTIANAKGLOBE.COM, KETAPANG -- Saat kita memeringati Hari Orangutan Internasional yang jatuh pada 19 Agustus, kisah haru datang dari Kalimantan Barat.

Seekor orangutan Kalimantan bernama Jojo akhirnya bisa kembali merasakan suasana hutan setelah lebih dari dua dekade hidup dalam kurungan.

Baca Juga: Rumah Kos di Sekadau Hangus Terbakar, Tiga Penghuni Alami Luka-Luka

Jojo kini tinggal di area semi-liar seluas dua hektare yang dikelola Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar di Ketapang.

Berusia lebih dari 25 tahun, Jojo pertama kali diselamatkan pada 2009 dari rumah warga dalam kondisi memprihatinkan.

Saat itu, kakinya terikat rantai besi sepanjang hanya 30 sentimeter, tanpa atap pelindung, dan mengalami luka infeksi serius.

“Ketika pertama kali menemukannya, itu salah satu momen terberat dalam hidup saya. Saya hanya bisa membersihkan lukanya, tapi terpaksa meninggalkan Jojo karena waktu itu Kalbar belum memiliki pusat rehabilitasi orangutan,” kenang Direktur Utama YIARI, Karmele Llano Sánchez dalam keterangan tertulis, Senin, 18 Agustus 2025.

Baca Juga: Rating 1,0 di IMDb! 'Merah Putih One for All' Jadi Film Animasi Indonesia Paling Dikritik

Tragedi yang menimpa Jojo inilah yang kemudian mendorong berdirinya pusat rehabilitasi orangutan di Ketapang.

Setelah dibawa ke sana, tim medis mendapati Jojo menderita rakitis akibat kekurangan gizi, tulangnya bengkok, sulit berjalan, serta pernah lama menderita pneumonia kronis.

Kondisi itu membuatnya mustahil dilepasliarkan kembali ke hutan liar.

Meski demikian, sejak 2022 Jojo bersama orangutan lain seperti Monte dan Jimo mendapat kesempatan hidup di enclosure semi-liar.

Kini, meski dengan keterbatasan fisik, Jojo sudah mampu memanjat pohon dan menjelajahi lingkungannya.

Baca Juga: Gaji DPR Rp100 Juta, Bocah di Gowa Viral karena Pungut Sisa Konsumsi Pejabat Seusai HUT RI ke-80

“Melihat Jojo mencoba memanjat pohon meski belum lincah adalah momen yang sangat emosional. Ia akhirnya merasakan kebebasan yang dulu dirampas darinya,” ujar Karmele.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X