'Technical Meeting' Gawai Dayak, Milik Kita! Gunakan Hastag #PGD392025

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Kamis, 15 Mei 2025 | 17:23 WIB
Peserta yang mengikuti Bujangk dan Dara (2025) (Foto: Ade)
Peserta yang mengikuti Bujangk dan Dara (2025) (Foto: Ade)

PONTIANAKGLOBE.COM | Pontianak, Kamis, 15 Mei 2025 – Ratusan peserta dari berbagai wilayah memadati Rumah Radakng, Pontianak, untuk mengikuti technical meeting menjelang rangkaian perlombaan dalam Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-39. Acara tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan kelancaran dan ketertiban seluruh lomba yang akan digelar selama perayaan budaya terbesar masyarakat Dayak ini.

Acara technical meeting dibuka secara resmi oleh Ketua Panitia PGD ke-39, Adv. Martinus Sudarno, SH., yang menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya kepercayaan diri, kedisiplinan, serta komitmen menjaga nama baik budaya Dayak.

“Salah satu kelemahan orang Dayak itu adalah minder. Padahal kita harus yakin, percaya diri, dan mampu jadi yang nomor satu,” tegas Sudarno.

“Technical meeting ini wajib disimak baik-baik. Tahun ini aturan sangat ketat. Jika tidak mengikuti pengarahan panitia, akan berakibat fatal.”

Dalam pernyataannya, Sudarno juga memperingatkan bahwa siapa pun yang menyebarkan informasi negatif atau suara sumbang terkait pelaksanaan PGD ke-39 akan dikenakan sanksi adat Dayak Ketungau.

“Tolong suarakan hal-hal baik. Barang siapa yang memviralkan hal negatif, saya akan hukum dengan adat Dayak Ketungau,” ujarnya dengan tegas.

Sudarno juga menegaskan bahwa Gawai ini akan ditetapkan sebagai Pekan Tetap oleh Menteri Pariwisata.

"Ini adalah momentum besar, mari dukung bersama,” katanya. 

Penegasan Disiplin dan Identitas Kultural

Hadir pula dalam kegiatan ini, Bendahara PGD, Marselina MS, S.Hut, yang juga mewakili Ketua Sekberkesda, menyampaikan penekanan pada aspek kedisiplinan dan kesungguhan menjaga nuansa budaya Dayak.

“Tahun ini memang agak ketat. Semua peserta wajib menggunakan busana adat Dayak. Minimal mengenakan rompi Dayak sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya kita,” jelas Marselina.

Dia juga menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk sogokan. Perlombaan ini harus sportif. Marselina mengatakan bahwa semua melalui proses penuh perjuangan — mengeluarkan tenaga, biaya, dan pikiran.

“Maka, mari kita jaga kejujuran dan integritas,” tambahnya.

Marselina juga meminta seluruh panitia untuk bekerja tegas dan disiplin, demi menjaga martabat acara dan menghargai upaya seluruh peserta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Sumber: Majalah DUTA, SEKBERKESDA

Tags

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X