Kardinal Suharyo juga berterima kasih kepada pemerintah Indonesia, kementerian, lembaga, aparat keamanan, serta panitia yang telah bekerja keras menyambut Paus Fransiskus dan memastikan acara berjalan lancar.
Baca Juga: Paus Fransiskus Sampaikan Salam Hangat kepada Presiden Terpilih Prabowo di Istana Merdeka
Ia juga memuji kelancaran komunikasi antara Kedutaan Besar Vatikan dan Kementerian Luar Negeri Indonesia, yang memfasilitasi kebutuhan Vatikan selama kunjungan Paus.
"Semua permintaan, besar atau kecil, dipenuhi dengan baik. Ini sangat mengagumkan," ujar Kardinal Suharyo.
Paus Fransiskus, menurut Kardinal Suharyo, berulang kali menyatakan kekagumannya terhadap keramahan dan sambutan hangat dari masyarakat Indonesia.
Menutup pernyataannya, Kardinal Suharyo menyoroti pertemuan di Masjid Istiqlal yang menunjukkan bahwa masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut bukan hanya sebagai tempat ibadah umat Islam, tetapi juga simbol persatuan bagi semua umat beragama.
"Masjid itu bukan hanya rumah ibadah umat Islam, tetapi juga tempat persaudaraan dengan berbagai inisiatif baru," tutup Kardinal Suharyo. ***
Artikel Terkait
Bikin Merinding! Begini Profil Tri Natalia Urada, Perempuan Dayak Asal Toho Kalbar Mendapat Tugas Baca Doa Umat di Hadapan Paus Fransiskus
87 Ribu Jemaat Hadiri Misa Paus Fransiskus, Doa Umat Dibacakan dalam Bahasa Adat
Rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno Tak Terinjak-injak Meski Misa dengan Paus Dihadiri 87 Ribu Umat Katolik
Paus Fransiskus Berkeliling dengan Mobil Maung MV3 Karya Prabowo di Misa Akbar GBK
Ribuan Warga Jakarta Antusias Menyaksikan Keberangkatan Paus Fransiskus Menuju Papua Nugini
Paus Fransiskus Mendarat di Papua Nugini, Mulai Perjalanan Apostolik Bersejarah Setelah 30 Tahun Silam