Republik Lan Fang dalam Sejarah dan Borneo

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Rabu, 10 Juli 2024 | 12:08 WIB
Orang-orang Tionghua (Hakka) dengan model rambut Manchu, Pekerja orang Tionghua di Borneo Barat, kira-kira tahun 1890. Foto dari KITLV, Leiden. (Leiden)
Orang-orang Tionghua (Hakka) dengan model rambut Manchu, Pekerja orang Tionghua di Borneo Barat, kira-kira tahun 1890. Foto dari KITLV, Leiden. (Leiden)

Namun cara dia mengaplikasikan ‘kelihai-an’-nya bukan dengan kekerasan.

Mulailah Lo Fong Pak belajar bahasa setempat, melakukan pemetaan, kemampuan negosiasi hingga membantu kesultanan Pontianak untuk membangun kerajaan mereka. Tak heran mengapa Pontianak juga memiliki tempat-tempat Tionghua yang saat ini masih bisa kita saksikan.

Manajemen Strategi Lo Fong Pak bukan dengan kekerasan, ia masuk melalui taktik-taktik sederhana dengan perencanaan strategi jangka panjang.

Strategi selalu bicara tentang pemetaan, melihat garis besar masalah secara keseluruhan, hingga lapisan dimensi rencana untuk mem- “back-up” rencana A yang gagal.

Detail-detail kecil eksekusi strategi itu dicapai dengan taktik-taktik kecil.

Lo Fong Pak masuk di Kalimantan Barat bukan dengan kekerasan, ia mewariskan kekayaan intelektual (politik, cara hidup, dan cara bertahan) dimana ia berada.

Cerita lanjutan dari Manajemen Strategi Lo Fong Pak akan berlanjut....

Selamat beraktivitas, Media Center San Agustin menunggu kisah inspirasi anda!

By. Samuel – Media Center San Agustin.
Sumber: Dokumen Keuskupan Agung Pontianak dan Buku Terjemahan Arm. Pastor Yeri OFMCap.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Tags

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X