Novel pertama Joseph Conrad adalah "Almayer's Folly," diterbitkan pada tahun 1895.
Novel ini berlatar di Kalimantan.
Baca Juga: 5 Jam Tangan Murah tapi Tahan Banting. Kamu Koleksi yang Mana?
Kisah tersebut menjadikan Kalimantan semakin terkenal sebagai tempat yang mempesona.
Terlebih lagi, cerita tersebut menunjukkan konteks sejarah Kalimantan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.
Novel ini mengeksplorasi berbagai tema seperti benturan budaya dan pilihan pribadi yang sulit.
"Kebodohan Almayer" membentuk gaya naratif Conrad dan meletakkan dasar bagi bahasa yang kompleks dan atmosferik yang akan menjadi ciri karya Conrad selanjutnya.
Novel Joseph Conrad yang paling terkenal berjudul "Lord Jim".
Dalam buku ini juga Kalimantan disebutkan beberapa kali.
Ceritanya mengikuti Jim, seorang kapten laut muda, yang terlibat dalam insiden tragis di laut.
Novel ini memberikan gambaran sekilas tentang dunia maritim di Asia Tenggara pada masa Conrad.
"Kedutaan Besar Polandia di Jakarta sangat senang memperingati karya Joseph Conrad. Buku-buku karya Joseph Conrad menunjukkan semangat kemanusiaan, cinta kebebasan dan memuat gambaran brilian tentang kehidupan laut di abad XIX," ujar Firlus.
Menurut Firlus, buku-buku tersebut juga menggarisbawahi situasi di Asia Tenggara pada abad XIX.
"Yang sangat penting adalah novel Joseph Conrad menjelaskan Kalimantan yang megah, menakjubkan, dan semarak. KBRI berkenan mengunjungi Pontianak pada tahun 2024, tahun peringatan 100 tahun wafatnya Joseph Conrad. Senang mengunjungi kota tempat indahnya Sungai Kapuas memasuki laut Jawa dan kota dengan Tugu Khatulistiwa," kata Firlus. ***
Baca Juga: Kelemahan dan Kekurangan Suzuki Jimny 5 Pintu Dibandingkan Kompetitor Sesama SUV Sekelasnya
Artikel Terkait
Jadwal Kualifikasi Euro 25 Maret 2023 Matchday 1. Ada Prancis vs Belanda, Ceko vs Polandia, Swedia vs Belgia
Berjalan Kaki dari Polandia ke Fatima Tanpa Uang Sepeserpun. Percayakan Perjalanan pada Bunda Maria
Paus Fransiskus Puji Keluarga Ulma di Polandia yang Diberkati sebagai Teladan Kasih Kristiani
Pertandingan Senegal U-17 vs Polandia U-17 Dihentikan karena Cuaca Buruk
Wakil Dubes Polandia Stefan Piotr Firlus Kunjungan ke Pontianak: Bertemu Pj Gubernur, Untan, Pelindo hingga Universitas Widya Dharma Bahas Kerjasama
Tantangan Identitas dalam Film ‘Gunung Emas Almayer’ Adaptasi Karya Sastra dari Novelis Polandia Joseph Conrad