Tidak sedikit juga umat yang berharap dengan adanya rumah singgah di Capkala, para imam yang berkunjung dari paroki ke kampung bisa melayani lebih banyak tempat agar pendidikan tentang kegerejaan dapat terwartakan dengan merata.
Dalam kesempatan yang sama itu juga, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menggarisbawahi tentang perhatian umat untuk para imam dan gereja.
Seperti yang dia sampaikan di pada peresmian Gereja stasi Santo Marius di Trans SP II, juga dia sampaikan kepada umat stasi Gregorius Agung Capkala tentang keterlibatan umat untuk aktif dan turut membangun desa yang dimulai dari perangkat rohani.
“Ame sampe tampat nang aya’ nian tiap minggunya nak barisi boh,” kata Darwis dalam bahasa Dayak Kanayatn berarti Gereja jangan sampai kosong.
Makna lanjutan yang dia maksudkan tentu partisipasi kehadiran umat menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Rumah Singgah Capkala
Pastor Paroki Santo Fransiskus Asisi Singkawang, Pastor Joseph Juwono OFMCap dengan tampak haru, dia mengucapkan terima kasih banyak kepada umat di Capkala yang dengan penuh perhatian memikirkan kebutuhan imam-imam paroki.
Dia juga berharap semoga dengan adanya rumah singgah itu, pelayanan mereka semakin menyebar luas ke pelosok desa daerah Capkala.
Jika dilihat, rumah singgah di sana tidaklah megah dan besar, namun secara desan dan tata ruang sudah cukup elegant.
Ada dua kamar, satu kamar ber-AC, kemudian satu kamarnya dengan dua tempat tidur. Ruang tengah juga luas, ditambah adanya asesoris untuk dapur, lengkap wastafel, kompor dan satu toilet lengkap untuk mandi.