Paroki Santo Fransiskus dalam Perjalanan di Singkawang dan Multikulturalnya

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Selasa, 21 November 2023 | 19:03 WIB
Singkawang City Tour Archives - Amazing Borneo Indonesia ( Amazing Borneo )
Singkawang City Tour Archives - Amazing Borneo Indonesia ( Amazing Borneo )

Paroki Santo Fransiskus Assisi Singkawang

Singkawang pada awalnya adalah stasi pertama di Kalimantan bagian Indonesia.

Sekarang merupakan sebuah paroki yang cukup besar di wilayah Keuskupan Agung Pontianak.

Sejarah bermulanya gereja (misi) di Kalimantan dimulai dari Singkawang.

Pada mulanya Singkawang merupakan daerah turne pastor dari Jakarta.

Menurut catatan paroki, tahun 1873 sudah ada umat yang dipermandikan oleh Pastor J. de Vries, SJ. Stasi ini didirikan tahun 1885, dengan Pater Staal SJ. sebagai pastor Paroki pertama.

Sesudah Pater de Vries, SJ dan Pater Staal, SJ. di tarik ke Jawa, misi di Kalimantan tanpa pastor ini berlangsung dari tahun 1897 sampai tahun 1905.

Sejak masa itu pimpinan misi Yesuit berusaha mencari ordo lain yang bersedia untuk mengurus misi di Kalimantan.

Pada tanggal 11 Februari 1905 Kongregasi Penyebaran Iman di Roma mendirikan Prefektur Apostolik Kalimantan yang meliputi seluruh pulau Kalimantan yang dikuasai oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan pusatnya Singkawang.

Prefektur baru itu dipercayakan kepada Ordo Kapusin. Kemudian Pimpinan Ordo menugaskan kepada Kapusin-Kapusin Negeri Belanda untuk mengurus misi itu.

Pada tanggal 10 April Pater Pacifikus Bos diangkat sebagai Prefek Apostolik.

Pada tanggal 30 November 1905 Pater Prefek Pacifickus bersama tiga pastor dan dua bruder menjejakkan kakinya pertama kali di Singkawang, di mana mereka menemukan sebuah gedung gereja kecil dan sebuah rumah pastor yang sederhana.

Mereka belum mengerti apa-apa mengenai bahasa dan kebiasaan setempat.

Mereka disambut hangat oleh umat yang terdiri dari orang-orang Tionghoa perantau (kurang lebih 150 orang Katolik).

Seorang katekis, pemimpin umat, bertindak sebagai juru bahasa. Pada akhir tahun 1906 tenaga mereka ditambah dengan empat orang pastor, dua orang bruder dan lima orang suster Fransiskanes dari Konggregasi Veghel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Tags

Rekomendasi

Terkini

X