investify

Daripada Habis Buat Es Kopi Susu, Begini Cara Mulai Investasi Reksa Dana dan Saham Modal Rp10 Ribu Sambil Nongkrong di Pontianak

Jumat, 29 Mei 2026 | 05:00 WIB
Investasi adalah satu di antara cara agar uang kamu tak habis dimakan inflasi. Ayo mulai dari sekarang. (Pexels @Tima Miroshnichenko)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Nongkrong di coffee shop modern daerah Sepakat atau Jalan Paris sekarang udah jadi bagian dari gaya hidup Gen Z di Pontianak.

Sekali WFC (Work From Cafe) atau deep talk bareng temen di Paskamasala atau menikmati creamy-nya kopi susu di La Gramma, dompet kita minimal bakal berkurang Rp25.000 sampai Rp35.000 untuk segelas es kopi susu aesthetic.

Baca Juga: Dari Hobi Jadi Duit, Cara Mengubah Skill Gambar Ilustrasi Digital Jadi Pendapatan Dolar Lewat Internet

Nggak ada yang salah dengan self-reward, sih.

Tapi sadar gak, kalau kebiasaan ini gak direm, pelan-pelan isi rekening kita bakal tergerus inflasi lokal.

Sadar atau enggak, harga seporsi mi tiaw atau segelas es jeruk di Pontianak sekarang udah gak sama lagi dengan harga tiga tahun lalu, kan?

Itulah efek inflasi alias penurunan daya beli uang.

Nah, buat kita yang sering mengalami financial anxiety alias cemas mikirin masa depan tapi modal masih pas-pasan, ada satu rahasia: Investasi sekarang gak butuh modal jutaan rupiah.

Cukup dengan modal Rp10.000—bahkan lebih murah dari harga segelas kopi susu—kamu udah bisa punya aset finansial sendiri.

Baca Juga: Jangan Cuma Andalkan Cash, Pentingnya Pakai QRIS Biar Bisnis UMKM Kamu Dilirik Konsumen Gen Z

Gimana caranya? Yuk, bedah panduan investasi mikro ini sambil kamu menyeruput kopi kamu!

1. Reksa Dana Pasar Uang: Tempat "Nitipeun" Uang Jajan yang Aman

Kalau kamu tipe yang gak suka risiko dan pengen yang pasti-pasti aja (gak kayak gebetan), Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) adalah langkah awal yang paling pas.

Sistemnya: Uang Rp10.000 kamu bakal dikumpulin bareng uang investor lain oleh Manajer Investasi (MI) profesional untuk diputar di instrumen yang aman, seperti deposito bank atau surat berharga jangka pendek.

Keuntungan: Imbal hasilnya biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan bank biasa, dan yang paling penting: bebas pajak serta bisa dicairkan kapan saja tanpa denda.

Halaman:

Tags

Terkini