investify

13 Calon Emiten Siap Melantai di BEI, Gelombang IPO Akhir 2025 Bakal Jadi yang Tersibuk!

Kamis, 30 Oktober 2025 | 11:28 WIB
**Caption foto (versi edit):** Ilustrasi — Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (BEI)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Menjelang penutupan 2025, Bursa Efek Indonesia mencatat belasan perusahaan bersiap melantai di bursa.

Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan sebanyak 13 perusahaan tengah dalam proses penawaran umum perdana saham (IPO) hingga 23 Oktober 2025.

Baca Juga: Hal Berikut Ini yang Harus Kamu Tahu tentang Uang Kartal, Kenali Fungsi, Jenis, dan Ciri-cirinya

Selain itu, satu perusahaan sedang memproses rights issue dan terdapat 23 emisi obligasi dari 18 perusahaan.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan sebagian besar calon emiten masih menggunakan laporan keuangan semester I 2025 sebagai dasar pengajuan. Artinya, mereka berpotensi mencatatkan sahamnya sebelum tahun ini berakhir.

Dikatakan, dari 13 calon emiten, hanya dua yang memakai laporan keuangan per Juli 2025, sisanya semester I.

"Jadi kemungkinan besar masih tercatat di 2025,” ujar Nyoman di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Hingga kini belum ada calon emiten yang menggunakan laporan keuangan per September 2025, sehingga gelombang IPO diperkirakan berlangsung di sisa kuartal IV.

Baca Juga: Pemuda Dayak Kalimantan Barat Komitmen Jadi Mitra Polri Jaga Kamtibmas

BEI, kata Nyoman, tetap melakukan evaluasi komprehensif terhadap calon emiten, baik dari aspek administrasi maupun fundamental dan keberlanjutan bisnisnya.

Pihaknya ingin memastikan perusahaan yang melantai benar-benar berkualitas dan mampu memenuhi ekspektasi investor.

Menurutnya, tren peningkatan jumlah calon emiten pada akhir tahun sejalan dengan pola historis di mana periode Oktober–Desember kerap dimanfaatkan perusahaan untuk memanfaatkan laporan keuangan semester pertama.

Baca Juga: Tim Advokasi KKJ Sultra Desak Polisi Periksa Gubernur ASR, Usai Jurnalis Metro TV Jadi Korban Kekerasan Ajudan

Dengan 13 calon emiten, satu rights issue, dan 23 penerbitan obligasi yang tengah diproses, BEI menilai pasar modal Indonesia menunjukkan aktivitas positif di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Jika seluruh proses berjalan lancar di BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka akhir 2025 berpotensi menjadi salah satu periode IPO tersibuk dalam dua tahun terakhir, sekaligus menandai optimisme baru bagi pasar modal domestik menjelang 2026. ***

Tags

Terkini