Logam Mulia atau Emas
Emas dan logam mulia lain sering dipilih sebagai aset pelindung nilai terhadap inflasi.
Investasi bisa dilakukan dalam bentuk fisik seperti batangan atau koin, maupun melalui produk keuangan seperti reksa dana emas.
Instrumen ini mudah dicairkan, meski tidak memberikan pendapatan rutin.
Saham
Saham menawarkan potensi keuntungan tinggi, namun risikonya juga besar.
Dengan membeli saham, investor ikut memiliki sebagian perusahaan dan berpeluang memperoleh dividen serta capital gain.
Memulai sejak muda memberi ruang pertumbuhan modal yang lebih panjang.
Obligasi Pemerintah
Termasuk instrumen aman karena dijamin negara, misalnya Obligasi Negara Ritel (ORI).
Dengan nominal investasi yang terjangkau, obligasi cocok untuk pemula yang menginginkan pendapatan tetap dari kupon bunga.
Reksa Dana
Bagi yang tidak sempat mengelola investasi sendiri, reksa dana bisa menjadi pilihan praktis.
Dana dikelola oleh manajer investasi profesional, dengan beragam jenis sesuai profil risiko, mulai dari pasar uang, obligasi, hingga saham.
Baca Juga: Mahfud MD Sindir Noel Ebenezer: Koar-koar Koruptor Dihukum Mati, Nyatanya Tak Pernah Terjadi di RI
Dengan semakin banyaknya pilihan, generasi muda kini bisa memulai investasi lebih mudah melalui perusahaan keuangan di Indonesia.
Misalnya, BCA menyediakan produk deposito dan reksa dana, sementara Pegadaian menawarkan tabungan emas serta investasi logam mulia dengan modal terjangkau. ***