Dari Diskusi dan Peluncuran Buku Bela Negara Karya UPN: Gunakan Paradigma Baru Dalam Melihat Ancaman

photo author
Castilo Gagas Panamuan, Pontianak Globe
- Kamis, 22 Desember 2022 | 23:42 WIB
Para pemateri pada bedah buku BELA NEGARA DALAM PERSPEKTIF PUBLIK di Kampus Bela Negara, UPN Veteran, Jakarta pada Kamis, 22 Desember 2022.  (UPN Veteran)
Para pemateri pada bedah buku BELA NEGARA DALAM PERSPEKTIF PUBLIK di Kampus Bela Negara, UPN Veteran, Jakarta pada Kamis, 22 Desember 2022. (UPN Veteran)

Dari sudut AGHT, pertanyaan muncul terkait dengan bencana nonalam itu.

Pertanyaannya adalah apakah Covid itu merupakan senjata biologis ataupun merupakan medan perang ?

Dijelaskan lebih lanjut oleh Putut Prabantoro, jika dilihat dari dampak serta korban yang ditimbulkan pandemik Covid merupakan perang.

Namun jika dilihat Covid itu merupakan senjata biologis, bisa dibayangkan betapa dahsyatnya perang yang sesungguhnya akan terjadi jika covid merupakan senjata biologis.

“Oleh karena itu, dalam konteks ini para akademisi dituntut memiliki paradigma yang baru dalam mengartikan AGHT dengan berangkat dari fenomena-fenomena yang baru. Lalu apa yang akan terjadi, jika perang antara Ukraina dan Russia membesar serta diperluas. Bentuk bela negara seperti apa yang harus diberikan kepada bangsa Indonesia,“ tegasnya.

Bagi Ujang Komarudin, buku yang dihasilkan Pusat Kajian Bela Negara UPN Veteran Jakarta merupakan suatu keuggulan.

UPN Veteran mampu menghadirkan buku yang berkualitas.

Namun sebagai akademisi, Ujang Komaruddin menegaskan buku tersebut harus memiliki ‘roh’ yang dihasilkan dari perdebatan intelektual ataupun diskursus perdebatan ideologis dalam buku tersebut.

Buku ini akan kaya analisa masa depan ketika ada ruang perdebatan yang muncul di antara para akademisi.

“Buku ini merupak sebuah kontribusi nyata dalam penelitian. Namun agar menarik untuk dibaca, karya hebat ini seharusnya mempunyai roh, memiliki jiwa, punya sinar sehingga buku ini memang menjadi daya tarik bagi masyarakat Indonesia khususnya kalangan intelektual maupun mahasiswa. Roh itulah menjadi obyek bagi pembaca untuk dapat mengakses dan menyelami secara lebih dalam,“ tegas Ujang Komarudin.

Masih menurut Ujang Komarudin, sebuah buku harus memiliki jiwa di dalamnya agar dapat hidup dan memberikan semangat juang.

Buku ini mempunyai kekhasan atau keunggulan yaitu dari hasil konstruksi berbasis data riset fakta sosial.

Mampu memadukan realita yang ada di masyarakat dan digabungkan dengan teoritis yang ada yaitu dunia akademik dan dunia ilmiah.

Perdebatan ideologi belum terlihat, survey yang dilakukan dinilai baik namun fenomena berbeda, survey bersifat objektif dan independen.

“Produk buku harus ada pembandingnya dengan buku lain sebagai second opinion. Karya buku lain yang berkualitas dapat menjadi benchmark bagi UPN Veteran Jakarta sebagai kampus bela Negara, dan menjadi karya yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tegas Ujang Komarudin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X