Persiapkan Pernikahan, Erina Gudono Gunakan Aplikasi Elsimil untuk Cegah Stunting

photo author
Castilo Gagas Panamuan, Pontianak Globe
- Jumat, 9 Desember 2022 | 22:15 WIB
Erina Gudono menemui Tim Media Center Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang berkunjung di kediamannya di kawasan Mlati, Sleman, Yogyakarta pada akhir November lalu. (Media Center BKKBN)
Erina Gudono menemui Tim Media Center Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang berkunjung di kediamannya di kawasan Mlati, Sleman, Yogyakarta pada akhir November lalu. (Media Center BKKBN)

Hasto juga menyampaikan apresiasi kepada Kaesang dan Erina dalam persiapan dan perencanaan membangun rumah tangga mereka dengan melakukan prekonsepsi, yakni mengisi aplikasi Elsimil.

Aplikasi Elsimil menurut Hasto merupakan aplikasi yang dikembangkan BKKBN bersama dengan Kementerian Agama sebagai upaya pencegahan stunting. Kuesioner dalam aplikasi Elsimil adalah skrining awal terhadap risiko bayi yang dilahirkan dalam kondisi stunting.

“Risiko stunting itu terjadi sejak pembuahan dalam rahim ibu, delapan minggu atau 56 hari itu sudah bisa diprediksi terjadinya stunting. Pencegahan stunting hanya dapat dilakukan pada 1.000 hari pertama kehidupan, yakni 270 hari dalam kandungan dan 730 hari atau anak sampai usia dua tahun,” kata Hasto yang juga dokter spesialis obstetric dan gynecology serta pakar bayi tabung ini.

Adapun data yang dimasukkan dalam aplikasi Elsimil calon pengantin adalah usia, status gizi, berat dan tinggi badan, ukuran lingkar lengan atas dan lingkar perut, kadar hemoglobin (Hb) dan perilaku lain seperti perokok atau tidak.

Penggunaan aplikasi Elsimil, akan disertai pendampingan dari Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang dibentuk oleh BKKBN.

Jika sertifikat Elsimil menunjukkan hasil kurang ideal untuk hamil, perkawinan tetap boleh digelar namun TPK akan merekomendasikan untuk menunda kehamilan.

Selanjutnya TPK memberikan intervensi yang direkomendasikan serta memonitor status gizi calon pengantin sampai kondisi pasangan tersebut membaik dan menjadi ideal untuk hamil.

Selain berfungsi sebagai alat skrining dan media komunikasi dengan TPK, Elsimil juga berfungsi sebagai media edukasi tentang kesehatan reproduksi, kontrasepsi, kesiapan pranikah, kesiapan kehamilan, serta pencegahan kanker.

Dukungan Erina terhadap penggunaan Elsimil ini tidak lepas dari peran Bu Sarjiyem, anggota TPK Mlati dari unsur PKK. Melalui Bu Sarjiyem informasi tentang aplikasi Elsimil disampaikan kepada keluarga Gudono dan diteruskan kepada Erina yang bekerja dan tinggal di Jakarta.

“Jika nantinya harus melakukan pendampingan, saya juga tidak rikuh-rikuh, karena Mbak Erina itu waktu kecilnya saya turut membantu mengasuhnya,” kata Bu Sarjiyem.
Sementara itu seperti diketahui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: BKKBN

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X