“Saya sudah perintah ke Pak Kepala BNPB Pak Suharyanto agar prosedurnya itu disederhanakan, tidak memakai administrasi yang berbelit-belit. Tetapi sekali lagi yang tolong dipegang, Bapak, Ibu sudah pegang tabungan, ya itu memang uang Bapak, Ibu semuanya, enggak ada yang bisa memiliki selain Bapak, Ibu. Jelas ya? Nanti tahapannya akan kita buat sesederhana mungkin,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan terpisah menjelaskan bahwa setelah fase tanggap darurat hampir selesai, pihaknya secara paralel melakukan pendataan dan verifikasi rumah warga yang rusak.
Menurutnya, ada 53.981 unit rumah warga yang rusak akibat gempa bumi Cianjur.
“Data sementara sekarang untuk seluruhnya rumah itu yang terdampak, data sementara adalah 53.981 rumah, rusak beratnya 13.133 unit, rusak sedangnya 15.348 unit, dan rusak ringannya 25.500 unit,” ujar Suharyanto. ***
Artikel Terkait
Update BNPB! Bikin Bergidik Gempa Cianjur Telan 318 Korban Jiwa dan 7.729 Luka-luka
Viral Video Korban Bencana Cianjur Tolak Bansos Mie Instan, Pengguna Khawatir Kesehatan Para Pengungsi.
Hadiri Bahaupm Bide Bahana TBBR, Presiden Jokowi Katakan Keberagaman adalah Kekayaan Besar Indonesia
Nias Utara Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 4,8 Pagi Ini. Apakah Ada Korban?
Presiden Jokowi Bawa Nasi dan Ayam dari Jakarta untuk Korban Gempa Bumi di Posko BIN Desa Cijedil