Indonesia Tak Mundur Selangkah. Presiden Perintahkan Hilirisasi Nikel Meski Kalah di WTO

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 30 November 2022 | 19:59 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2022 di Jakarta, Rabu 30 November 2022. (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2022 di Jakarta, Rabu 30 November 2022. (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo terus mendorong jajarannya untuk terus melakukan hilirisasi terhadap bahan-bahan tambang yang dimiliki Indonesia.

Hal ini untuk mendapatkan nilai tambah yang berkali-kali lipat.

Presiden meminta agar penghentian ekspor dalam bentuk bahan mentah tidak hanya berhenti pada komoditas nikel saja.

BACA JUGA: Ukuran Batu Ginjal Ternyata Bisa Dikecilkan dengan 5 Bahan Alami Berikut Ini. Kamu Patut Mencobanya

“Enggak bisa lagi kita mengekspor dalam bentuk bahan mentah, mengekspor dalam bentuk raw material, enggak,” ujar Presiden dalam sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2022 di The Ritz-Carlton, Jakarta, pada Rabu, 30 November 2022.

Jokowi mengatakan, “Begitu kita dapatkan investasinya, ada yang bangun, bekerja sama dengan luar dengan dalam atau pusat dengan daerah, Jakarta dengan daerah, nilai tambah itu akan kita peroleh.”

BACA JUGA: Tak Hanya Bikin Masakan Harum, Ternyata Ada 5 Manfaat Daun Seledri bagi Kesehatan Tubuh

Kepala Negara mencontohkan, beberapa tahun lalu Indonesia masih mengekspor nikel dalam bentuk bahan mentah yang nilainya hanya mencapai 1,1 miliar dolar AS.

Setelah pemerintah memiliki smelter dan menghentikan ekspor dalam bentuk bahan mentah, pada tahun 2021 ekspor nikel melompat 18 kali lipat menjadi 20,8 miliar dolar AS atau Rp300 triliun lebih.

BACA JUGA: Lepas Gaji Dua Digit, Petani Milenial Pangalengan Ini Bisnis Jamur Tiram

Akibat kebijakan tersebut, Indonesia digugat oleh Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Meskipun Indonesia kalah dalam kasus tersebut, Presiden Jokowi mengingatkan jajarannya agar melakukan banding dan terus melakukan hilirisasi untuk bahan-bahan tambang lainnya seperti bauksit.

“Enggak apa-apa kalah, saya sampaikan ke menteri, banding. Nanti babak yang kedua hilirisasi lagi bauksit,” ujar Presiden.

Kepala Negara mengatakan, artinya bahan mentah bauksit harus diolah di dalam negeri agar kita mendapatkan nilai tambah.

“Setelah itu bahan-bahan yang lainnya, termasuk hal-hal yang kecil-kecil, urusan kopi, usahakan jangan sampai diekspor dalam bentuk bahan mentah,” ujar Jokowi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Setpres RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X