PONTIANAKGLOBE.COM, ISTANBUL -- Menteri Dalam Negeri menunding ledakan bom di Istanbul, Turki, sebagai perbuatan para pejuang Kurdi.
Menteri Dalam Negeri menyebutkan pihak-pihak yang ditahan termasuk orang yang meninggalkan bom di Istiklal Avenue adalah para pejuang Kurdi.
Trebaru, polisi Turki telah menangkap 46 orang terkait ledakan di pusat kota Istanbul yang menewaskan sedikitnya enam orang dan 81 lainnya luka-luka.
Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa para tersangka termasuk orang yang meninggalkan bom yang menyebabkan ledakan di Istiklal Avenue yang sibuk di kota terbesar Turki.
BACA JUGA: Bom Meledak di Istanbul, Turki. Kemenlu Pastikan Tak Ada Korban Warga Indonesia
Sinem Koseoglu dari Al Jazeera, melaporkan dari Istanbul, mengatakan seorang gadis berusia tiga tahun dan ayahnya termasuk di antara mereka yang tewas.
Soylu menyalahkan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang atas ledakan hari Minggu, di tempat perbelanjaan dan pariwisata populer, dengan mengatakan: "Penilaian kami adalah bahwa perintah untuk serangan teror mematikan datang dari Ain al-Arab [Kobane] di Suriah utara," di mana dia mengatakan kelompok itu memiliki markas besar di Suriah.
BACA JUGA: Presiden Jokowi dan Presiden AS Joe Biden Lakukan Pertemuan Bilateral di Bali
"Kami akan membalas mereka yang bertanggung jawab atas serangan teror keji ini," katanya, seraya menambahkan bahwa 81 orang terluka, dua di antaranya dalam kondisi kritis.
Otoritas Turki tidak mengesampingkan hubungan ISIL (ISIS), kata seorang pejabat senior Turki, Senin.
PKK telah mengeluarkan pernyataan di mana mereka membantah terlibat dalam serangan itu, dan menyatakan belasungkawa.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Minggu menggambarkan ledakan itu sebagai "berbahaya" dan mengatakan "berbau terorisme".
Menteri Kehakiman Bekir Bozdag mengatakan kepada televisi A Haber pada hari Minggu bahwa seorang wanita terlihat duduk di salah satu bangku di Istiklal Avenue selama lebih dari 40 menit.
Ledakan itu terjadi hanya beberapa menit setelah dia bangun, katanya.
Artikel Terkait
Sebelum Ledakan Bom Truk, Ukraina Pernah Ancam Bongkar Jembatan Kerch yang Menghubungkan Krimea dan Rusia
Presiden Jokowi Resmikan Masjid Syeikh Zayed Solo
Bom Meledak di Istanbul, Turki. Kemenlu Pastikan Tak Ada Korban Warga Indonesia