PontianakGlobe mengutip VolkPop dari artikel berjudul Lagu Genjer Genjer Dilarang di Indonesia, Dinyanyikan Band Dengue Fever Asal Kamboja, disebutkan lagu ini sudah mulai ada yang mencoba meng-cover-nya. Berikut ulasannya:
Genjer genjer merupakan lagu yang jarang didengar oleh masyarakat hari ini, karena sentimen anti komunis melekat dalam citra lagu tersebut.
Stigma lagu PKI (Partai Komunis Indonesia) pada lagu Genjer Genjer membuat Orde Baru di bawah Rezim Soeharto pernah melarang orang menyanyikan lagu tersebut.
Walaupun sempat dilarang, beberapa musisi indie saat ini tak jarang yang sudah berani meng-cover lagu ini menjadi aransemen terbaru, seperti kelompok musik reagge asal kota Malang, Jawaika pernah mengolah lagu Genjer genjer menjadi lagu nuansa reaggea.
Bahkan lagu ini pernah dicover Dengue Fever Band, band asal Kamboja yang berkembang Los Angles, Amerika Serikat.
Band Dengue Fever mengcover lagu Genjer Genjer dengan aransemen layaknya musik Jazz, Video tersebut diunggah melalui kanal youtube KEXP, merupakan organisasi musik non-profit di Amerika.
Video tersebut diunggah pada April 2016, vokalis wanita yang melantunkan lagu tersebut menganti lirik dengan bahasa Kamboja, hal itu menarik perhatian beberapa warganet yang menonton video tersebut.
“Untuk orang indonesia: lagu genjer2 memang pernah dikenalkan di Cambodia sebelum 1965, ini ditulis di buku biografi Boediardjo, dubes Indonesia di Cambodia (1965-1968). Jadi budaya kita tidak dicuri, inilah adaptasinya dalam bahasa Khmer,” Tulis warganet dengan akun Disaster.
“Sebuah karya anak bangsa yg pernah dicekal, nuansa rakyatnya kental sekali.... sebuah karya yg indah,” tulis akun Amin Bandung.
Génjér-génjér nong kedokan pating kelélér,
Génjér-génjér nong kedokan pating kelélér,
Emaké thulik teka-teka mbubuti génjér,
Emaké thulik teka-teka mbubuti génjér,
Ulih sak tenong mungkur sedhot sing tulih-tulih,