PONTIANAKGLOBE -- Sejumlah negara mulai bereaksi cepat mengirim bantuan logistik dan tim penyelamat ke Turki dan Suriah atas gempa bumi besar hingga 7,8 SR.
Presiden Israel Benjamin Netanyahu, seperti dilansir Channel News Asia mengatakan menyetujui pengiriman bantuan ke Suriah dan akan mengirim juga tim bantuan kemanusian gempa bumi di Turki.
Demi kemanusian terjadi di Turki dan Suriah, Benjamin Netanyahu mengesampingkan hubungan tidak baik antara kedua negara tersebut. Dia lebih memikirkan keselamatan warga yaitu dengan cepat mengirim bantuan dan tim penyelamat ke Turki dan Suriah.
Sebagaimana diketahui hingga hari ini, Suriah tidak mengakui pemerintahan Israel. Bahkan seorang pejabat di Damaskus membantah Suriah meminta bantuan sejak awal.
"Pemerintah juga akan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Turki," kata Benjamin dikutip Pontianak Globe, Selasa (7 Februari 2023).
Sekutu Israel, Amerika Serikat juga sedih atas peristiwa gempa bumi di Turki dan Suriah. Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengucapkan belasungkawa dan menyatakan kesedihan warga Amerika Serikat terhadap kedua negara tersebut.
Pihaknya, sudah mengirim tim pencarian dan penyelamatan sebanyak 79 orang dan berangkat ke Turki serta Suriah. "Kami mengerahkan dengan cepat untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan di Turki," kata Joe Biden.
Sebagai informasi gempa bumi di Turki terjadi di perbatasan antara Turki dan Suriah pada Senin (6 Februari 2023) subuh. Gempa pertama terjadi sebesar 7,8 SR disusul gempa tidak lama kemudian 100 Kilometer dari pusat gempa pertama sebesar 7,5 SR.
Gempa susulan yang terjadi pada Senin tersebut berlangsung berkali-kali dengan kekuatan di atas 4 SR. Hal itu yang membuat sejumlah bangunan runtuh dan terjadi di saat orang sedang tertidur lelap. Gempa bumi kali ini menjadi terbesar sejak 1939 lalu