PONTIANAKGLOBE -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan dana senilai Rp5,4 miliar kepada Pemprov Sulawesi Selatan untuk penanganan darurat bencana yang terjadi pada 23 Desember 2022 lalu.
Bencana hidrometeorologi banjir, longsor dan angin kencang tersebut melanda 19 Kabupaten/Kota terdampak dan 9 Kabupaten berstatus tanggap darurat bencana alam.
Dampak bencana sebanyak 26.263 Kepala Keluarga (KK) atau 60.948 jiwa terdampak dan 10 orang meninggal dunia sebanyak 1.168 unit rumah rusak, dengan rincian 190 unit rusak berat, 210 unit rusak sedang dan 894 unit rusak ringan.
Kepala BNPB Suharyanto yang menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Pemprov Sulawesi Selatan menyebutkan sebanyak Rp500 juta, sebanyak Rp250 juta untuk dana operasional, dan Rp100 juta untuk bantuan logistik. BNPB juga memberikan bantuan sebanyak 1.000 buah selimut dan 1.000 buah matras.
"Dalam penangangan bencana, termasuk bencana Sulsel adalah urusan bersama. Tidak ada satupun lembaga menyelesaikan bencana sendirian," kata Suharyanto dari siaran pers dikutip Pontianak Globe, Senin (9 Desember 2023)
Adapun wilayah yang terdampak adalah Kota Makassar, Kabupaten Sinjai, Enrekang, Luwu Utara, Bone, Jeneponto, Pare-pare, Pangkep, Selayar, Bantaeng, Sidrap, Pinrang, Barru, dan Bulu Kumba.
Sebelumnya, bantuan juga diberikan kepada 5 kabupaten pada akhir Desember 2022 lalu di Kabupaten Maros, Gowa, Soppeng, Wajo dan Takalar sebesar Rp250 juta untuk operasional, senilai Rp100 juta untuk DSP logistik dan 8.500 selimut.