inter-nasional

Update: Tetangga Pernah Cium Bau Busuk di Maret dan Lihat Kaki Korban Kasus Kalideres Terikat Plastik Hitam

Minggu, 13 November 2022 | 13:02 WIB
Wali Kota Jakbar soal Sekeluarga Tewas di Kalideres: Jangan Terjebak Diksi Kelaparan. Tetangga pun pernah cium bau yang sama pada Maret lalu.

PONTIANAKGLOBE.COM - Empat jasad yang merupakan satu keluarga ditemukan tewas di dalam rumah mereka di Perumahan Citra Garden 1 Extension, Kalideres, Jakarta Barat, pada Kamis 10 November 2022.

Jasad suami diketahui bernama Rudyanto Gunawan (71), sang istri bernama K. Margaretha Gunawan (68).

Anak perempuan dari keduanya yang juga ditemukan tewas bernama Dian (40).

Sedangkan satu lagi jasad diketahui bernama Budyanto Gunawan (69).

Ia merupakan ipar dari Rudianto.

Tetangga sebelah rumah keluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, Tio (58), mengaku sempat melihat kaki satu di antara korban yang bernama Rudiyanto Gunawan (71) terikat dengan plastik hitam sekitar 3 bulan lalu.

Tio mengatakan saat itu dia sempat menanyakan hal tersebut kepada mendiang, tapi korban tidak merespons dan langsung masuk ke dalam rumah.

"Kurang lebih, saya tanya, 'kenapa tuh kakinya diikat plastik item?', diem aja masuk dari sana, masuk ke rumah," kata Tio kepada wartawan. 

Baca Juga: Tak Sadarkan Diri Usai Direndam dan Dipukul Senior, Prajurit TNI Tewas. Berikut Kronologinya

Selain itu, bau busuk belakangan ini yang menyengat hingga temuan mayat satu keluarga di dalam rumah itu bukanlah kali pertama Tio mencium bau serupa di sekitaran tempat tinggal itu.

Sebelumnya, Tio mengaku, juga pernah mencium bau anyir pada Februari hingga Maret lalu.

Meskipun, tidak se-menyengat saat ini.

Keluarga korban tewas di Kalideres, Jakarta Barat, Ris Astuti (64) meragukan dugaan yang menyebut, sanak saudaranya itu meninggal dunia lantaran kelaparan.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi ekonomi korban dalam kondisi yang cukup.

"Kecil sih kalau menurut saya ya.

Ini rada aneh juga sih saya juga bingung, misalnya kalau dia lapar, enggak ada makanan atau kurang buat makan, kan dia bisa menghubungi kita," ujar Ria Astuti.

Baca Juga: Cuma Punya 4 Hidran, Pemkot Bandung Mau Tambah Pada 2023

Hal senada juga disampaikan oleh adik ipar mendiang RM, Handoyo (64) yang heran jika korban tewas kelaparan, karena korban dapat menghubungi sanak saudaranya.

Ia mengaku kaget mendengar kabar kematian dari adik iparnya itu.

Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko meminta publik tidak terjebak pada isu kelaparan terkait kasus satu keluarga tewas dalam satu rumah di Kalideres.

Setelah meninjau kondisi rumah korban tersebut, menurut Yani, rumah itu jauh dari kata kurang mampu.

Sehingga, tidak bisa disimpulkan kalau keluarga itu tidak memiliki bahan pangan.

"Terkait dengan statement (pernyataan) seperti itu tentu perlu kami luruskan ya, Kita ini jangan sampai terjebak oleh diksi tentang kelaparan ya," jelas Yani.***



 

Tags

Terkini