inter-nasional

Begini Kisah Para Korban Selamat Tragedi Itaewon: Tolong Saya…yang Lain Sesak Napas Termasuk 19 Warga Asing

Minggu, 30 Oktober 2022 | 12:18 WIB
Kerumunan di distrik Itaewon, Korea Selatan (Twitter @Poletico_news)

Korban selamat, bermarga Kim, mengatakan beberapa orang berteriak, "Tolong saya!" dan yang lainnya sesak nafas.

Kim menggambarkan diinjak-injak oleh orang lain selama sekitar satu setengah jam sebelum diselamatkan, menurut surat kabar Hankyoreh yang berbasis di Seoul.

Korban selamat lainnya, bernama Lee Chang-kyu, mengatakan dia melihat sekitar lima hingga enam pria mulai mendorong yang lain sebelum satu atau dua mulai jatuh satu per satu pada awal penyerbuan, menurut surat kabar itu.

Terinjak-injak adalah bencana terbesar sejak 304 orang, sebagian besar siswa sekolah menengah, tewas dalam tenggelamnya feri pada April 2014.

Banyak nya korban tewas dalam tragedi Itaewon akibat diabaikannya aturan keselamatan yang lemah dan kegagalan regulasi. Sebabnya, sebagian disebabkan membludaknya warga yang datang di kegiatan tersebut.

Di sisi lain kru yang dilibatkan di lokasi kurang terlatih untuk situasi darurat.

Tragedi di Itaewon kemungkinan akan menimbulkan kritik publik terhadap pejabat pemerintah atas apa yang telah mereka lakukan. Terutama soal lemahnya standar keselamatan publik.

Tayangan TV dan foto menunjukkan kendaraan ambulans berbaris di jalan-jalan di tengah kehadiran polisi yang padat dan pekerja darurat memindahkan yang terluka dengan tandu.

BACA JUGA: Resep Tempe Mendoan Enak Renyah untuk Camilan Keluarga di Hari Libur Weekend Sabtu dan Minggu

Pekerja darurat dan pejalan kaki juga terlihat melakukan CPR pada orang-orang yang tergeletak di jalanan. Di satu bagian, paramedis terlihat memeriksa status belasan orang atau lebih yang terbaring tak bergerak di bawah selimut biru.

Dalam sebuah wawancara dengan saluran berita YTN, Hwang Min-hyeok, salah satu pengunjung Itaewon, mengatakan sangat terkejut melihat deretan mayat dibaringkan di gang dekat Hotel Hamilton.

Ambulans dan petugas penyelamat tiba di jalan dekat tempat kejadian di Seoul, Korea Selatan, Minggu pagi, 30 Oktober 2022.

Pejabat Korea Selatan mengatakan sekitar 50 orang mengalami serangan jantung dan sejumlah dikhawatirkan tewas setelah kerumunan besar yang saling mendorong.

Dia mengatakan pekerja darurat pada awalnya kewalahan, membuat pejalan kaki berjuang untuk memberikan CPR kepada mereka yang terluka tergeletak di jalanan.

“Orang-orang menangis di samping mayat,” katanya.

Halaman:

Tags

Terkini