PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Subvarian Omricon XXB sudah menular ke Indonesia.
Seorang pasien terindentifikasi sebagai seorang perempuan.
Pasien terse but tertular saat kembali dari Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Begitu penjelasan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril, Senin, 24 Oktober 2022, mengatakan pasien kasus pertama XBB di Indonesia merupakan transmisi lokal.
Subvarian Omicron XXB pertama kali terdeteksi pada seorang perempuan, berusia 29 tahun yang baru saja kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Mohammad Syahril, dalam keterangannya di laman resmi Kemenkes, dikutip Senin 24 Oktober 2022 mengatakan pihaknya melakukan upaya antisipatif dengan melakukan testing dan tracing terhadap 10 kontak erat.
Hasil dari testing dan tracing seluruh kontak erat dinyatakan negatif Covid-19 subvarian XBB.
Begini Gejala nya
Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril, mengatakan pasien memiliki gejala seperti batuk, pilek, dan demam.
Pasien ini selanjutnya melakukan pemeriksaan dan dinyatakan positif pada 26 September.
Namun, setelah menjalani isolasi, pasien telah dinyatakan sembuh pada 3 Oktober.
Untuk diketahui, subvarian XBB telah menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 yang tajam di Singapura, diiringi dengan peningkatan tren perawatan di rumah sakit.
Meski demikian menurut Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril, fatalitas subvarian XXB ini tidak lebih parah dari varian omicron.
Di sisi lain, subvarian teranyar ini disebut lebih cepat menular. ****