inter-nasional

The LETTER: A Message for Our Earth: Film Pesan Vatikan untuk Selamatkan Bumi dari Kehancuran

Minggu, 9 Oktober 2022 | 18:10 WIB
Laudato Si (The Letter: A Message for Our Earth )

Ridhima Pandey sejak kecil sudah aktif dalam gerakan lingkungan hidup. Ayahnya Dinesh Pandey bekerja di Wildlife Trust India.

Ibunya Vinita Pandey bekerja untuk Forest Department negara bagian Uttarakhand.

Inilah keluarga aktivis lingkungan hidup yang tinggal tidak jauh dari Sungai Gangga.

Saat masih berusia 9 tahun, Ridhima sudah memprotes pemerintah yang dianggapnya tidak menjalankan kewajiban menjaga lingkungan hidup.

Ridhima sangat terguncang ketika cuaca yang sangat buruk menyebabkan banjir besar di daerahnya. Sejak itu ia sering mimpi buruk saat tidur.

Tahun 2019, Ridhima terpilih bersama 15 anak lain termasuk Greta Thunberg untuk berbicara di United Nations Climate Action Summit di PBB.

Tahun 2021, Ridhima bersama Greta Thunberg dan 11 anak lainnya meminta Sekjen PBB Antonio Guterres untuk segera menyatakan krisis iklim sudah mencapai status darurat level 3. Ridhima sering dijuluki Greta Thunberg dari India.

Di PBB, Ridhima minta semua pemimpin global agar berusaha menghentikan perubahan iklim. Kalau tidak dihentikan, maka akan membahayakan masa depan kita semua.

Kita harus bertindak sekarang. Ridhima dengan penuh keyakinan mengatakan ingin menyelamatkan masa depan semua anak-anak dan generasi yang akan datang. Ridhima menegaskan bahwa ia tidak akan pernah berhenti berjuang.

Dr. Greg Asner dan Dr. Robin Martin adalah pasangan suami istri ahli biologi kelautan yang tinggal di Hawaii.

Mereka melakukan penelitian bagaimana pemanasan global mempengaruhi suhu di lautan yang mempengaruhi keberlangsungan batu karang laut (coral reef).

Mereka menemukan cara membuat peta batu karang laut dengan menggunakan kamera 3D khusus yang dipasang di dalam pesawat terbang khusus.

Batu karang laut adalah organisme hidup yang merupakan sumber makanan, sumber oksigen, pelindung pantai, sumber plankton, dan menjadi rumah bagi banyak makhluk laut lainnya.

Mereka menemukan bahwa 35% batu karang laut di lautan Hawaii sudah mati.

Gelombang panas di dalam laut yang mengakibatkan kematian batu karang tidak bisa disiram dan dicegah seperti mematikan api dalam hutan yang terbakar.

Halaman:

Tags

Terkini